DERAKPOST.COM – Dinamika industri pada kelapa yang ditengah tekanan pasar global. Komisi II DPRD Riau, melakukan kunjungan ke PT Sambu Group di Kabupaten Inhil. Hal kunjungan mendadak ke unit usaha Sambu Group yang bertempat di PT Pulau Sambu di Guntung, hari Jumat (11/9/2026).
Rombongan DPRD Riau dipimpin langsung Ketua Komisi II Adam Syafaat bersama Siti Aisyah, Iqbal Sayuti, dan sejumlah anggota tim lainnya. Kunjungan lapangan tersebut, menjadi bagian fungsi pengawasan DPRD untuk melihat secara langsung hal kondisi industri pengolahan kelapa serta dinamika tata niaga komoditas kelapa didaerah itu.
Saat kunjungan, pihak perwakilan anggota DPRD Riau, menyaksikan langsung adanya penumpukan barang jadi yang juga berada dalam gudang PT Pulau Sambu di Guntung tersebut. Informasi itu karena melemahnya serapan pasar, dampak ekonomi yang juga sedang lesu, ditambah menurunnya jumlah ekspor ke mancanegara disaat sekarang.
Kunjungan, diharapkan dapat memberikan gambaran faktual, yaitu mengenai aktivitas operasional perusahaan, penyerapan akan bahan baku, kapasitas penyimpanan, serta berbagai tantangan, yang sedang dihadapi industri kelapa. “Kunjungan kerja, bagianya fungsi pengawasan DPRD ini yang melihat langsung kondisi industri” ungkap Adam.
Dikatakan dia, dalam peninjauan tersebut, rombongan mengunjung sejumlahan area operasional PT Pulau Sambu. Hal itu untuk melihat pengolahan kelapa serta dinamika tata niaga komoditas kelapa didaerah. Tim DPRD Riau ini juga berdialog dengan pihak perusahaan untuk memperoleh penjelasan mengenai hubungan antara kondisi pasar.
Sementara itu, Humas Sambu Group Aria Ginting, menyatakan bahwasa tantangan industri kelapa disaat ini, perlu dipahami sebagai persoalan yang saling berkaitan dari sisi hulu hingga hilir. Karena, kondisi dihadapi industri tidak hanya ditentukan akan ketersediaan bahan baku, tapi juga sangat dipengaruhi kemampuan pasar.
“Industri, berada dalam posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, ada permintaan dan pergerakan produk olahan kelapa masih menghadapi tekanan yang diakibat akan ketidakpastian ekonomi, dan juga situasi geopolitik global. Disisi lain keberlanjutan pembelian dari petani kelapa tetap dijaga menyangkut mata pencaharian,” ujarnya.
Dikesempatan itu dia mengatakan, bahwa Sambu Group tetap berupaya menjalankan kegiatan operasional, serta mempertahan penyerapan atau pengambilan kelapa dari petani dengan perhatikan hal kemampuan produksi, kapasitas penyimpanan, dengan
melihat halnya perkembangan permintaan pasar. Hal itu, jadi perhatian perusahaan.
“Langkah itu, menjadi bagianya komitmen perusahaan menjaga hal kesinambungan rantai pasok kelapa di Inhil,” ujarnya. Kata dia, Sambu Group menilai keberlanjutanya ekosistem kelapa membutuhkanya sinergi antara pemerintah, legislatif, pelaku usaha, petani, dan seluruh pihak dalam hal rantai pasok. Kolaborasi tersebut juga penting.
Oleh karena itu sambungnya, kehadiranya DPRD Riau ini, menjadi ruang membangun dialog yang terbuka diantara legislatif dan pelaku industri. Data dan temuan diperoleh dari lapangan diharapkan itu menjadi dasar didalam menyusun rekomendasi kebijakan yang berimbang dan sesuai dengan kondisi ekosistem kelapa di Riau disaat sekarang. (Dairul)