Diduga Oknum di RSJ Tampan Minta Fee Proyek pada Rekanan, Ini Bantahannya….

0 51

DERAKPOST.COM – Menjelang tutup anggaran,aroma tidak sedap kini menyeruak dari Rumah Sakit Jiwa Tampan.Beberapa orang rekanan atau kontrakan kini merasa terzalimi oleh RSJ Tampan.Anggaran proyek yang diharapkan untuk memperpanjang nafas kini mesti tertunda dengan alasan RSJ Tampan tak memiliki anggaran.

Kenyataan itu harus diterima setelah adanya pihak RSJ memanggil beberapa orang.menurut beberapa orang rekanan atau kontraktor pemanggilan tersebut berkaitan penundaan pembayaran. Ironinya isu miring yang juga berhembus bahwa pemanggilan ini juga dikaitkan dengan adanya permintaan fee agar anggaran bisa dicairkan. Pemanggilan dari pihak RSJ Tampan tersebut diwakili oleh Wakil Dirut Keuangan Widodo.

Namun isu tersebut dibantah tegas oleh pihak RSJ yang juga diwakili oleh Widodo bersama empat orang PPTK.Menurut mereka isu tersebut adalah sesuatu informasi yang tidak benar. Dimana pihak RSJ ini terpaksa menunda, dikarena anggaran yang ada tak mencukupi untuk menyelesaikan tagihan.

“Rumah Sakit Jiwa Tampan adalah salah satu Badan Layanan Umum Daerah yang ada di Provinsi Riau.Sebagai sebuah BLUD kami diwajibkan menjadi badan yang mandiri.Kemandirian ini bukan cuma soal mencari anggaran tapi juga soal adanya keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran,” ungkap salah seorang PPTK.

Keseimbangan ini, yang tentu harus dijaga menjelang akhir tahun anggaran agar pada semua kebutuhan wajib bisa dipenuhi. Hal itu, apalagi setelah pemeriksaan anggaran kami merasa bahwa pemasukan yang ada tidak mencukupi pengeluaran membayar rekanan. Maka, dicoba menyampaikan hal tersebut pada para rekanan.Untuk itu kami hanya meminta rekanan untuk mengerti persoalan ini dan mau sedikit bersabar.

Hal yang sama disampaikan Wakil Direktur Keuangan RSJ Tampan Widodo. Menurut dia, saat ini masih banyak kebutuhan RSJ yang membutuhkan anggaran besar.Dirut juga berharap ada pihak pihak yang mau membantu RSJ agar persoalan anggaran ini bisa teratasi.

“Saya baru beberapa bulan bertugas di RSJ Tampan.Jadi tak mungkin saya berani juga kumpulkan rekanan. Apa kapasitas saya mengumpulkan rekanan. Sampai saat ini belum pernah saya untuk mengumpulkan rekanan. Jadi isu tersebut adalah sebuah informasi bohong. Tapi saya bisa menebak siapa yang memberi informasi tersebut,” ucapnya.

Dikatakan dia, untuk saat ini RSJ Tampan memang lagi membutuhkan biaya harus dipenuhi. Apalagi itu yang mesti diberikan pelayanan adalah orang sakit jiwa. Halnya orang ini hampir setiap hari membutuhkan kebutuhan mereka. Seperti obat, odol, dan sabun, bahkan pembalut. Kebutuhan yang wajib dipenuhi. Ini tak bisa tak ada,karena para pasien harus mendapatkanya.

“Kami juga berharap agar ada pihak pihak yang rela meringankan pada semua beban tersebut. Begitu juga hal dengan wartawan atau organisasi wartawan ini memberikan bantuan kami sangat bersyukur,” ujarmya. Dikesempatan itu, Widodo juga meminta persoalan ini jangan menjadi isu mengarah fitnah. Semua informasi beredar ini adalah kebohongan belaka yang tak bisa dipertanggungjawab.

Diberitakan sebelumnya. Jelang tutup anggaran, aroma tidak sedap menyeruak dari RSJ Tampan, di Provinsi Riau. Dimana, beberapa orang dari pihaknya rekanan atau kontraktor merasa terzalimi oleh oknum di instansi tersebut. Karena, ada permintaan fee atau komisi dalam pencairan anggaran proyek.

Kenyataan itu terungkap setelah ada pihak RSJ Tampan dengan memanggil beberapa rekanan tersebut berkaitan hal penundaan pembayaranya terhadap proyek dikerjakan tersebut. Hal itu, sebagaimana dipaparkan beberapa orang rekanan kontraktor dalam pemanggilan tersebut. Dimana, pada saat itu pihak RSJ Tampan diwakili oleh Wakil Dirut Keuangan Widodo dan juga bersama empat orang PPTK.

“Akan hal pencairan anggaran pada proyek, diharapkan ini untuk bisa memperpanjang nafas. Kini, mesti tertunda dengan alasan RSJ Tampan tidak ada memiliki anggaran.
Ternyata pemanggilanya rekanan tersebut berkaitan dengan penundaan pembayaran pada proyek telah kami kerjakan. Ini sangat disesalkan. Kenyataan pahit harus diterima ada penjelasan pihak RSJ Tampan,” ungkap seorang kontraktor.

Kontraktor, yang enggan disebutkan nama ini mengatakan, ternyata hal pemanggilan tersebut berkaitan dengan penundaannya pembayaran paket proyek yang dikerjakan tersebut. Tentu, disampaikanya pihak RSJ Tampan tersebut, yang sangat tidak dapat diterima. Karena sambungnya, kontraktor ini sudah melaksanakan kegiatan proyek. Tetapi, kenyataan malah disebutkan tunda pada pembayaran.

“Saya rekanan merasa tidak bisa mendapat haknya ini sangat keberatan atas kebijakan RSJ Tampan. Padahal, berharap agar pihak RSJ Tampan itu bisa memenuhi kewajiban kepada perusahaan yang sudah melaksana kegiatan proyek tersebut. Kegiatan, di RSJ Tampan itu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada yang mesti meminjam agar bisa melaksanakan kegiatan,” ungkap rekanan tersebut.

Tentu ini sambungnya, merasa kecewa dari atas kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak RSJ Tampan. Yaitu bagaimana bisa mudah mereka menunda pembayaran pada pihak rekanan. Dan lebih parah lagi halnya, sebut rekanan itu, dimana pihak RSJ Tampan itu menyampaikan bahwasa akan melakukan pembayaran dengan syarat rekanan harus memberikan fee. Tentu hal ini yang sangat tidak dimungkin.

“Kami sangat berharap Plt Gubernur Riau, untuk dapat mengambil sikap tegas atas persoalan yang kini terjadi di RSJ Tampan. Jangan sampai persoalan itu, mencoreng wajah Pemprov Riau dan juga Plt Gubernur SF Hariyanto.Kami berharap Plt Gubri bisa mengevaluasi para pejabat di RSJ. Dengan tempatkan orang orang profesional dan punya kredibilitas di RSJ Tampan tersebut,” ungkap mereka. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.