Dari PAUD hingga SMK, Ribuan Siswa di Tualang Nikmati Menu Sehat Ikan Patin Madu Kecap

0 99

DERAKPOST.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aneka Kuliner Perawang (AKP), dibawah naungannya Yayasan Pendidikan An-Nur ini, sukses salurkan sebanyak 1.347 porsi makanan siap santap. Hal itu, diprogram Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini menyasar ribuan anak sekolah di wilayah Tualang.

Distribusi skala besar ini menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Pondok Pesantren (Ponpes).

Menu yang dihidangkan kali ini mengusung kearifan lokal yang menggugah selera, yakni Nasi Putih, Ikan Patin Madu Kecap, Tahu Goreng, Capcay, dan Buah Naga sebagai pencuci mulut.

Kepala SPPG AKP Yayasan Pendidikan An-Nur, Widya Sari, menyampaikan bahwa proses penyaluran hari ini berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala logistik di lapangan. Ia memastikan seluruh armada bergerak tepat waktu agar makanan sampai dalam kondisi segar.

“Penyaluran hari ini berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan. Menu yang keluar dari SPPG, selain sehat dan enak, juga sudah disesuaikan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dibutuhkan oleh masing-masing penerima manfaat sesuai jenjang usianya. Kami selalu berkomitmen menjaga kualitas dan higienitas makanan secara ketat,” ujar Widya.

Berdasarkan data rekapitulasi SPPG AKP, total 1.347 porsi makanan tersebut didistribusikan kepada para siswa dan tenaga pendidik dengan rincian sebagai berikut:
SMKN 1 Tualang: 521 siswa dan 50 guru (Penerima terbesar)
Ponpes Sabilul: 314 santri dan 31 guru
SMPN 9 Tualang: 260 siswa dan 29 guru
SMK Kesehatan: 108 siswa dan 15 guru
PAUD KB Mahmudah: 10 anak dan 3 guru
SMK Payung: 3 siswa dan 3 guru

Program ini mendapat sambutan hangat dari pihak wali murid SMKN 1 Tualang yang menjadi penerima manfaat terbesar hari ini dengan total 571 porsi mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBG ini.

“Anak-anak sangat antusias, apalagi menunya bervariasi dan menggunakan ikan patin yang disukai anak-anak. Kami berharap program ini konsisten karena sangat membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa di kelas, terutama saat jam pelajaran siang,” ungkapnya.

Di sisi lain, pengamat nutrisi dan ahli gizi independen mengingatkan bahwa tantangan terbesar dari program MBG massal seperti ini adalah konsistensi sanitasi dan rantai pasok.

“Menu ikan patin dan capcay sudah sangat baik untuk memenuhi kebutuhan protein dan serat harian anak. Namun, pihak penyelenggara (SPPG) harus terus memastikan bahwa golden time atau jarak waktu antara makanan selesai dimasak hingga dikonsumsi tidak lebih dari 4 jam guna mencegah kontaminasi bakteri,” jelasnya.

Dengan pengawasan ketat dari hulu ke hilir, program Makanan Bergizi Gratis di Perawang ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam upaya menekan angka stunting sekaligus mencetak generasi emas Indonesia yang sehat dan cerdas. (Berry)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.