Cuci Gudang Ratusan Pegawai Sekretariat DPRD Riau, Ini Kata Sekdaprov Syahrial Abdi

0 81

DERAKPOST.COM – Makin santer isu yang akan terjadi di lingkungan Sekretariat DPRD Riau. Yakni, cuci gudang terhadap pegawai baik ASN dan non ASN di instansi tersebut ke Kantor OPD lain. Artinya, dalam kondisi ini Pemprov Riau melakukan mutasi secara besar-besaran.

Terkait hal ini, saat dikonfirmasi, Sekdaprov Riau Syahrial Abdi mengatakan, hal mutasi yang dilakukan di Sekretariat DPRD Riau ini merupakan tindak lanjut dari arahannya Plt Gubernur Riau. Menurutnya, untuk langkah tersebut tidak hanya sekadar pemindahan pegawai, melainkan bagian dari pembinaan menyeluruh terhadap ASN.

“Hari ini kita menindaklanjuti kebijakan Pak Plt Gubernur untuk melaksanakan langkah pembinaan kepegawaian kepada ASN yang ada di Sekretariat DPRD Provinsi Riau. Dan, kenapa ini dilakukan, tentu adalah menjadi bentuk pembinaan terhadap para pegawai,” kata Syahrial Abdi kepada wartawan.

Dijelaskan, kebijakan tersebut bertujuan mencegah terulangnya permasalahan lama yang berpotensi mengganggu kinerja individu maupun pemerintahan. Karena itu, pembinaan dilakukan agar sistem kerja di Sekwan dapat berjalan lebih tertib dan produktif.

“Karena, kita tidak ingin ada peristiwa yang dulu-dulu kemudian berulang kembali. Jadi, yang berisiko terhadap kinerja pegawai itu sendiri secara individu maupun hal kinerja Setwan secara kolektif itu, terselesaikan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kebijakan tersebut, Pemprov Riau melakukan mutasi terhadap 307 ASN yang  bertugas di Sekretariat DPRD. Pada saat bersamaan, pegawai dari berbagai OPD juga dipindahkan untuk memperkuat struktur dan kebutuhan kerja di lingkungan Sekwan.

Sekda Syahrial Abdi menerangkan proses mutasi dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kesinambungan organisasi. Penataan diharapkan mampu menghadirkan semangat baru sekaligus memperbaiki koordinasi internal di Sekretariat DPRD Riau.

“Oleh karena itu dilakukan mutasi hari ini, tadi kita sudah kumpulkan kawan-kawan yang dimutasikan keluar dari Setwan. Sekaligus, kita juga menghadirkan pegawai yang dimutasikan dari semua OPD untuk menjadi bagian dari Setwan hari ini,” ujar Syahrial Abdi.

Meski terjadi perpindahan tugas, Syahrial menekankan seluruh ASN tersebut tetap berkewajiban menyelesaikan persoalan tanggung jawab yang masih melekat. Ia menilai profesionalisme pegawai menjadi kunci agar transisi berjalan dengan tanpa mengganggu layanan serta administrasi pemerintahan.

Menurutnya, tanggung jawab kerja tidak otomatis itu berakhir ketika seorang ASN yang dipindahkan ke unit baru. Hal beban yang belum tuntas harus tetap dituntaskan sebagai bentuk integritas dan komitmen. “Semua tanggungjawab kerja baik individu maupun kolektif yang masih adanya beban tetap harus diselesaikan. Yang Itu menjadi tanggung jawab individu,” ujarmya.  (Irsyad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.