Bupati dan Polres Pelalawan Gaungkan Perang Narkotika, tapi Anak Pejabat Malah Pesta Narkoba Bersama Selegram

0 56

DERAKPOST.COM – Diketahui, baru-baru ini Bupati Pelalawan Zukri, gencar melakukan himbauan dan gaungkan himbauan perang Narkotika. Tapi saat ini, malah masyarakat Kabupaten Pelalawan dihebohkan dengan beredarnya sejumlah photo anak pejabat terjaring tengah pesta Narkoba salah satu club malam di Kota Pekanbaru.

Diketahui, peristiwa yang menghebohkan dengan beredarnya sejumlah photo anak pejabat terjaring tengah pesta Narkoba di salah satu club malam di Kota Pekanbaru, ternyata kegiatan digagas oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam XIX Tuanku Tambusai pada Sabtu (23/5/2026) malam.

Dalam penangkapan dan photo tersebar itu terlihat dari petugas menemukan dua jenis narkoba. Diantaranya, satu bungkus Sabu yang dalam plastik klep merah dan Ganja sebanyak 2 bungkus. Hal itu, yang terjerat sejumlahan nama anak pejabat Pelalawan, hingga anaknya perwira Polres Pelalawan.

Dikutip ini dari laman LintasKriminal. Tentu sangat berbanding terbalik pada himbauan gencarnya pihak pemerintah di Kabupaten  Pelalawan yang menggaungkanya perang terhadap narkoba. Dimana, yang diketahui Pemkab Pelalawan serta bersama Polres Pelalawan secara masif menggencarkan perang melawan narkoba.

Kembali pada kasus penangkapan di aksi pesta narkoba di club malam di Pekanbaru itu. Yaitu terdapat 11 orang sudah berhasil diamankan. Ada enam orang diantaranya itu pengusaha muda yang sekaligus anak pejabat eksekutif di Pelalawan bersama pasangannya Artis Selebgram inisial SA.

Selain itu, ada juga Anak mantan Ketua Partai yang sekarang menjabat sebagai sekretaris partai, bersama pasangannya anak dari salah seorang Perwira di Polres Pelalawan. Selanjutnya ada anak mantan pejabat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Pelalawan bersama seorang pegawai di lingkungan Pemkab Pelalawan.

Meski dari nama-nama itu sudah muncul ke publik, namun hingga disaat ini, belum ada pernyataan resmi dari Denpom yang mengonfirmasi identitas maupun status hukum pihak-pihak yang disebut. Halnya yang berdasar informasi dihimpun media.
Bahwa Kodam XIX Tuanku Tambusai, saat ini masih melakukan penahanan.

Didapatkan informasi lapangan. Dimana itu dari pihaknya (Denpom Kodam XIX Tuanku Tambusai) mendapatkan tawaran berbagai pihak, namun yang karena ada barang bukti narkoba. Hal ini, pihak Denpom akan tetap memproses. “Sampai sore tadi itu, proses masih terus berjalan,” ujar salah seorang petugas minta dirahasiakan namanya.

Di sisi lain, publik berharap aparat penegak hukum itu dapat segera memberi kejelasan agar tidak muncul asumsi liar yang kiranya dapat berpotensi merugikan banyak pihak. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam hal upaya pemberantasan narkoba selama ini sudah  jadi salah satu agenda utama pemerintah daerah.

Kini masyarakat menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar, apakah komitmen dari perang terhadap narkoba benar-benar diterapkan kepada semua kalangan, tanpa pengecualian, atau hanya menjadi seruan yang keras ini ketika menyasar masyarakat umum namun melemah ketika menyentuh lingkaran elite.

Dengan munculnya itu informasi menyeret nama-nama anak pejabat dari lingkarannya kekuasaan, hal itu menjadi perhatian serius bagi masyarakat masyarakat. Seperti yang disampaikan itu seorang tokoh masyarakat enggan menyebutkan nama. “Jikalau benar informasi beredar, terbukti benar, maka itu jadi ujian nyata komitmen perang narkoba disampaikan kepada publik,” ujarnya.  (Redaksi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.