Soal Lolosnya Pengadaan Motor Listrik BGN, Menkeu Purbaya Akhirnya Tegaskan Tak Ada Lagi Tahun 2026 Ini

0 52

DERAKPOST.COM –  Dalam Instragram, hal itu Menkeu Purbaya menjawab pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) itu, mungkin dilakukan sebelum dirinya menjabat menteri.

Dikutip dari laman RadarJember. Menkeu) Purbaya memberikan hal penjelasan lebih mendalam terkait viralnya yaitu pengadaan 21.801 unit motor listrik oleh BGN. Purbaya menduga faktor miskomunikasi internal di kementeriannya menyebabkan anggaran tersebut tetap cair meski sebelumnya sempat ia instruksikan untuk ditolak.

Purbaya mengakui bahwa dirinya sempat memerintahkan penolakan terhadap usulan anggaran aset operasional seperti komputer dan kendaraan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2025. Namun, kenyataannya sebagian anggaran tersebut tetap ‘lolos’ dan terealisasi.

“Tahun lalu itu ada miskomunikasi mungkin dari anak buah saya ke saya. Seingat saya, saya tanya sudah ditolak begitu, tapi ternyata sebagian sudah sempat lolos,” ungkap Purbaya di Kementerian Keuangan, Kamis (9/4).

Dugaan Pengajuan Sebelum Menjabat

Selain faktor miskomunikasi, Menkeu Purbaya juga menduga bahwa program pengadaan tersebut mungkin sudah diajukan jauh-jauh hari sebelum dirinya resmi menduduki kursi Menteri Keuangan.

Hal ini menjelaskan mengapa proses administrasi dan kontrak dengan pihak penyedia tetap berjalan di luar pantauan langsungnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama BGN seharusnya adalah pada penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, bukan pada pengadaan aset pendukung yang menyedot anggaran besar. “Bukan enggak
boleh, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan,” tambahnya.

Tegaskan Tak Ada Lagi Pengadaan Motor di 2026

Meski sebagian anggaran tahun 2025 sudah telanjur direalisasikan untuk membeli unit merek Emmo, Purbaya memastikan bahwa kebijakan serupa tidak akan terulang pada tahun anggaran 2026.

Ia menjamin tidak akan ada lagi pembelian motor listrik baru untuk BGN di sisa tahun ini. “Tapi yang jelas, ke depan enggak ada lagi,” tegas Purbaya untuk menutup spekulasi mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana telah mengonfirmasi bahwa realisasi pengadaan motor listrik mencapai 21.801 unit dari total pesanan 25.000 unit.

Dadan mengklaim pengadaan tersebut sah secara hukum karena masuk dalam perencanaan anggaran 2025 dan bertujuan untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.