Menkeu Purbaya Minta Oknum LPDP yang Hina RI Kembalikan Dana Beasiswa & Bunganya

0 69

DERAKPOST.COM – Belakangan, beredar di Media Sosial (Medsos) bahwasa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui pernyataan. Yakni dinilai, sudah menghina Indonesia melalui pernyataannya. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi minta supaya mengembalikan beasiswa beserta  bunganya.

Hal itu disampaikan Menkeu Purbaya saat usai konferensi pers APBN KiTa, hari Senin (23/2/2026). Sebagaimana halnya, dikutip dari laman Kumparan. Menkeu Purbaya ini akan menindak tegas penerima beasiswa LPDP yang dinilai itu menghina Indonesia melalui pernyataannya di media sosial. Ia memastikan bersangkutan itu untuk wajib mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima, termasuk bunga dan akan masuk daftar hitam di lingkungan pemerintahan.

Kasus ini mencuat setelah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) alumni LPDP bernama Dwi Sasetyaningtyas itu, dengan  memunggah pernyataan kontroversial di media sosial, yakni “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, yang kemudian menuai kecaman publik. Pemilik akun tersebut telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat.

Meski demikian, Purbaya menegaskan proses penegakan aturan tetap berjalan. Ia menyebut telah berkoordinasi dengan Direktur Utama LPDP dan pihak terkait, dan yang bersangkutan disebut telah menyatakan kesediaan untuk mengembalikan dana.

“Tadi sudah bicara dengan dia ke Dirut LPDP, tadi sudah bicara dengan suami terkait dan sepertinya dia sudah setuju untuk mengembalikan uang yang pakai LPDP, termasuk bunganya. Kalau uang saya taruh di bank ada bunga juga kan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, dana LPDP bersumber dari pajak masyarakat dan pembiayaan negara yang dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah tidak bisa membiarkan dana tersebut digunakan oleh pihak yang justru merendahkan negara.

“Saya harapkan teman-teman yang dapat LPDP, kalau nggak seneng , yang enggak (sama pemerintah), tapi jangan hina negara lah. Itu uang dari pajak dan sebagian utang untuk pastikan SDM kita tumbuh. Tapi kalo dipakai untuk hina negara, kita minta uang dan pajaknya,” jelasnya.

Di-blacklist dari Instansi Pemerintah

Ia pun menegaskan sanksi tambahan berupa daftar hitam akan diterapkan secara serius. “Nanti akan saya blacklist dia, di seluruh pemerintahan nggak akan bisa masuk, nanti akan kita kalian lihat blacklist-nya seperti apa. Jadi jangan menghina negara anda sendiri,” tegasnya.

Tak lama setelah unggahan jadi sorotan, Dwi Sasetyaningtyas menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Permintaan maaf itu disampaikan lewat akun instagramnya, @sasetyaningtyas.

Berikut Isi Permintaan Maaf Sasetyaningtyas:

Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.

Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.

Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Saya sangat menghargai setiap kritik dan masukan yang telah disampaikan secara baik dan konstruktif, sebagai pembelajaran untuk terus memperbaiki diri, termasuk belajar berkomunikasi dengan lebih bijaksana, lebih jernih, dan lebih berempati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik.

Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan.

Semoga di bulan suci Ramadan ini, kita bisa saling menata hati, memperbaiki diri, dan fokus menjalankan ibadah sepenuh hati.

Terima kasih atas perhatian dan doa baiknya.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.