Kawanan Gajah Masuki Mess Karyawan PT Arara Abadi di Siak, Polisi Pastikan Tak Ada Korban dan Kadus Sebut Itu Memang Jalurnya
DERAKPOST.COM – Kawananya gajah liar itu memasuki mess perusahaan PT Arara Abadi, di Minas, Kabupaten Siak. Tepat di Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah. Diketahui 11 ekor gajah yang masuk area mess dan merusak bangunan mess hingga kendaraan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan pemantauan serta koordinasi dengan perusahaan dan pihak terkait guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
“Berdasarkan laporan dari Polsek Minas, kawanan gajah berjumlah sekitar 11 ekor masuk ke area perumahan karyawan sekitar pukul 07.00 WIB. Hewan tersebut sempat mendorong dan merobohkan tembok dinding mess security serta merusak tiga unit sepeda motor yang terparkir di lokasi,” ujar AKBP Sepuh, kepada wartawan, Ahad (22/2/2026).
AKBP Sepuh mengatakan kejadian tersebut berlangsung sejak Sabtu (21/2) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ketika kawanan gajah terdeteksi berada di sekitar area konsesi. Situasi berangsur kondusif pada pukul 09.30 WIB setelah kawanan gajah kembali masuk ke dalam kawasan hutan dan meninggalkan permukiman karyawan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, akibat kejadian tersebut dilaporkanĀ bangunan mess karyawan dan sejumlah motor rusak. Pihak kepolisian mengimbau seluruh masyarakat dan pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar.
“Kami mengutamakan langkah pencegahan dan keselamatan masyarakat. Personel di lapangan juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta stakeholder terkait untuk melakukan pemantauan lanjutan, sehingga potensi konflik antara manusia dan satwa dapat diminimalisir,” jelasnya.
Kapolres Siak menegaskan, fenomena masuknya gajah ke area permukiman bukan hanya persoalan keamanan, tetapi juga berkaitan dengan dinamika ekosistem dan ruang jelajah satwa yang semakin beririsan dengan aktivitas manusia. Karena itu, ia meminta pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata represif, melainkan mengedepankan mitigasi dan langkah preventif.
“Kami mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan, untukĀ tidak melakukan tindakanĀ yang dapat memicu kepanikan atau membahayakan satwa. Jika kembali terjadi pergerakan gajah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara terukur,” tegasnya.
Sementara itu dihubungi terpisah Kepala Dusun Sukamaju, Arsi Nurfajri menyebut, saat ini pihaknya dan jajaran Polsek Minas bersama unsur terkait ini masih melakukan pemantauan situasi sekitar daerah lokasi kejadian guna memastikan hal keamanan warga dan aktivitas perusahaan itu tetap berjalan normal.
Informasi didapat gajah masuk ke wilayah tersebut sejak sore kemarin. Diduga anak seekor gajah terperosok dalam septi tank yang hingga memicu amarah induk gajah. “Kalau yang ngamuk itu induk gajah, ada anak masuk ke septi tank terperosok. Itu tadi juga dilihat pakai drone. Jadi kalau ituĀ rombongan gajah ini ada 13 ekor memang melintas terus,” kata Arsi.
Kalau posisi gajah itu sudah lama berputar di situ, kemarin sore itupun telah melintas karena itu memang jalur gajah. Jadi sudah sering melintas, bahkan ada rambu-rambu jalur gajah. Artinya meskipun begitu, Arsi memastikan tak ada korban jiwa. Bahkan sejumlahan karyawan di lokasi bersama keluarganya juga sudah dievakuasi.Ā (Redaksi)