DERAKPOST.COM – Merespons pernyataan dipapar oleh Ketua Umum Relawan Militan Gibran 08 Nusantara Andi Azwan. Maka hal itu Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus ini, mulai angkat bicara.
“Pilpres inikan sudah lama berlalu, Pilpres berikutnya sudah di depan mata, tetapi hal itu, sementara mereka masih membeku di tahun 2024,” kata Deddy kepada wartawan, Ahad (25/10/2026).
Deddy Sitorus menegaskan bahwa helatan Pilpres 2024 sudah lama berlalu. Deddy ini mengatakan kalau Presiden ke-7 RI Jokowi sudah lama dipecat oleh PDIP. Sudah tidak menjadi bahan diskusi.
PDIP ini sudah lama move on dari urusan pilpres. Jokowi dan keluarganya itu sudah lama dipecat dari keanggotaan PDIP. Maka tidak pernah itu jadi bahan diskusi internal PDIP untuk membahas.
Kecuali itu, dalam sekolah Partai di mana kasus pengkhianatan mereka ini dijadikan bahan case study bagi kader-kader muda. Deddy ini kemudian menyentil Andi Azwan penjilat dan kaum medioker.
“Andi Aswan itu adalah contoh yang paling gamblang. Seorang pemimpin ini dikelilingi para penjilat dan kaum medioker. Maka itu, oang seperti ini banyak dipelihara selama kekuasaan Jokowi,” ujarnya.
Dikutip dari laman Detik. Mereka yang para petualang dan parasit kekuasaan buta hati, buta nalar dan hanya untuk mementingkan interest pribadi berbiak dibawah ketiaknya kekuasaan seperti demikian.
Deddy menegaskan bahwa PDIP tidak ikut campur dengan halnya urusan Jokowi dan keluarga. Deddy menekankan ini hubungan PDIP dan Jokowi sudah lama selesai. Yang artinya sudah barang bekas.
“PDIP tak pernah turut campur akan urusan Jokowi dan keluarga. Jokowi dan PDIP pun telah lama END, jadi tak usah dikait-kaitkan demikian. Kami juga, tidak suka berurusan sama barang bekas,” ujarnya.
Pernyataan Relawan Gibran
Sebelumnya Andi Azwan menyindir bahwa PDIP membenci Jokowi dan Gibran. Hal itu disampaikan Andi saat merespons catatan PDIP soal 2 tahun dalam hal pemerintahan RI pada Prabowo-Gibran.
Dalam hal catatan pada dua tahun itu PDIP menyoroti polemik ijazah Gibran jadi beban bagi pemerintahan. Andi Azwan pun lantas meingatkan PDIP jangan menggiring opini yang menyesatkan publik.
“Yah kan, sejarahnya ini kan kita bicara ini bukan dikatakan bahwa itu oleh Presiden. Ini kan paslon, pasangan, paket. Dia mesti paham juga. Janganlah menggiring publik menyesatkan,” sebut Andi.
Hal tersebut disampaikanya Andi kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026). Andi pun mengungkit sikap PDIP atas kekalahanya Pilpres lalu. Menurutnya, pernyataan PDIP soal polemik ijazah Gibran.
“Kita paham, kalau kita bicara PDIP pasti sangat membenci Pak Jokowi sama Mas Gibran, dikarenakan mereka kalah dalam kontestasi Pilpres lalu. Jadi jika dikatakan memberikan beban,” ujarnya. (Dairul)