DERAKPOST.COM – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau Edy Afrizal ungkap, Pemprov terus berupaya melindungi masyarakat dari dampak kabut asap yang akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari penyediaan rumah oksigen, penyiapan oksigen di posko kesehatan, hingga pendistribusian hampir 200 ribu masker kepada masyarakat. “Upaya perlindungan tersebut kami lakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Kesehatan dan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau,” kata Edy Afrizal, Sabtu (24/10/2026).
Dikatakan dia, Dinkes Riau ini menyiapkan rumah oksigen. Selain itu, Ditlantas Polda Riau bersaman Dinkes juga menyediakan oksigen di sejumlah posko kesehatan yang berada di pos-pos lalu lintas. Maka masker sudah distribusikan jumlahnya hampir 200 ribu. Masker tersebut dibagikan di Kota Pekanbaru maupun kabupaten dan kota lainnya di Riau,” jelas Edy.
Berbagai langkah itu, merupakan bentuk perlindungannya Pemprov Riau terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Namun, upaya mengantisipasi masuknya asap ke wilayah Riau tidak mudah. Sebab, arah angin membawa asap itu dari wilayah selatan, termasuk Jambi. Kondisi tersebut membuat kabut asap saat ini juga kembali menyelimuti Riau.
“Hujan memang sempat turun. Tapi, kabut asap itukan kembali datang beberapa jam kemudian,” ungkap Edy. Penanganan kabut asap itu tidak cukup hanya mengandalkan hujan atau membagikanya masker kepada masyarakat. Sumber kebakaran itu, harus dipadamkan. Supaya, kabut asap itu tidak terus menyebar ke wilayah Riau. Selama titik-titik kebakaran itupun belum berhasil dipadamkan. (Dairul)