DERAKPOST.COM – Permasalahan sampah di Jalan Sudirman Bagan Batu, Kabupaten Rohil mencuat, dan serta menjadi keluhan masyarakat setempat. Dengan menilai itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Rohil tak berkerja maksimal.
Pasal yang diketahui, dalam beberapa hari belakangan ini, hal pengangkutan sampah tidak mengangkatnya dengan membuang ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tersebut, sehingga sampah merupa limbah itu menumpuk, dan diharap rutin dilakukan pengangkatan.
Sementara itu, terkait ini dikonfirmasi pada Suwandi merupa Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan (DLHK) Rohil, menyebut, kondisi pada hari Jumat (9/10/2026), telah dilakukan pengangkatan oleh petugas. Dan saat sekarang, sambung Suwandi, sampah telah diangkat.
“Kondisi pada hari ini, untuk sampah sudah bersih di kawasan tersebut. Photo sampah demikian yang disampaikan didalam berita adalah sebelum dilakukan pengangkutanya oleh petugas. Buktinya saat ini sampah kini telah tidak ada, seperti video saya kirimkan itu,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan Suwandi, sampah di daerah Jalan Sudirman tersebut, diangkut setiap hari, yakni hanya satu kali pada pagi hari. Jadi sampah yang menumpuk, karena siang belum diangkut itu oleh phak armada yang melintas pada daerah kawasan Jalan Sudirman, itu
“Untuk daerah itu, dilakukan pengangkutan sampah tersebut setiap hari. Namun hanya satu kali pengangkutan oleh armada, yakni pada pagi hari, pukul 07.00 WIB. Maka saat siang hari ada sampah, seperti hal di photo yang diberitakan tersebut,” terang Suwandi menjelaskanya.
Disinggung dengan melihat halnya kondisi dari sampah menumpuk di Jalan Sudirman tesebut bukan pada tempat penampungan sebagaimana mestinya. Hal tersebut, kata Suwandi, pihaknya tidak mengetahui pasti kenapa demikian bisa terjadi. Nanti semua akan ditelusuri.
Sebagaimana hal, diberitakan sebelumnya. Terpantau dihari ini ada tumpukan sampah berbagai jenis limbah beserakan sepanjang trotoar dan marka Jalan Sudirman, di Kota Bagan Batu, Kecamatan Bagan Senembah, Kabupaten Rohil. Padahal, kawasan Jalan Lintas Sumatera.
Yaitu menghubungkan antara Provinsi Riau dengan Sumatera Utara, hal itu menyerupai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dadakan. Sebab tampak tumpukkan sampah itu yang membuat estitika (keindahan) kota jadi tak sedap dipandang. Selain itu berdampak hal akan kesehatan.
Namun secara ironis, warga ada menyebut rentetan limbah di pusat kota yang sebagai “TPA terpanjang”. Karena lokasi tumpukan sampah tidak terurai ini berdekatan dengan kawasan Pajak Baru (Pasar Padi). Kondisi memicu perkembangbiakan lalat, ulat, dan
bau menyengat.
“Ini, sudah menjadi kondisi setiap harinya, tapi bagaimanakah inilah adanya,” keluhan warga setempat, Rusli. Ia pun mengatakan, bahwa ada kebiasaan membuang sampah sembarangan ini, sudah berlangsung lama. Didukung halnya petugas kebersihan tidak angkut sampah.
Ia juga mengatakan, kalau sudah dinaikan pemberitaan di media, penanganan itupun jadi lancar, serta bersih setelah mendapat sorotan. Maka akan mendadak jadi bersih. Namun sambungnya, kalau itu alfa kontrol, maka pemandangan sampah akan menjadi seperti disaat ini. (Dairul)