Wow…. Hotspot se Pulau Sumatera Capai 4.806 Spot, Belasan Hotspot Terdeteksi Menyebar di Riau

0 51

DERAKPOST.COM – Kabut asap ini, masih mendera sejumlahan wilayah di Indonesia. Hal itu akibat adanya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Seperti halnya, yang ada se Pulau Sumatera. Kemunculanya hotspot atau titik panas menunjuk tren peningkatan  cukup tajam pada Rabu (7/10/2026) pagi.

Hasil pada pemantauan satelit mendeteksi sebanyak 4.806 titik panas yang tersebar luas melintasi berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan tercatat sebagai penyumbang angka tertinggi.

Berdasarkan data pantauan cuaca terbaru, Provinsi Sumatera Selatan mendominasi kemunculan suhu anomali dengan temuan mencapai 3.689 titik panas. Jumlah tersebut melesat sangat jauh dibandingkan provinsi tetangga lainnya di wilayah selatan dan bagian tengah Pulau Sumatera.

Peringkat penyumbang selanjutnya ditempati oleh Provinsi Jambi yang mencatatkan 438 titik, disusul Provinsi Lampung dengan 353 titik. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut menyumbang angka kemunculan suhu panas yang cukup tinggi, yakni sebanyak 296 spot pantauan satelit.

Sementara itu, kemunculan potensi api dalam skala yang lebih kecil juga terpantau di beberapa provinsi lainnya. Provinsi Bengkulu menyumbang tujuh titik, Kepulauan Riau lima titik, serta Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing terdeteksi memiliki satu titik panas.

Khusus untuk wilayah Provinsi Riau, keberadaan titik panas terpantau merangkak naik menyentuh angka 16 spot. Sebaran ini memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jika tidak segera ditangani oleh tim pemadam gabungan di tingkat daerah.

Kabupaten Indragiri Hulu tercatat memiliki jumlah temuan terbanyak di Riau dengan keberadaan enam titik panas. Sisa titik api lainnya tersebar merata di Kabupaten Kuantan Singingi, Pelalawan, Siak, serta Kota Pekanbaru yang masing-masing mencatatkan dua titik. Adapun Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir masing-masing mendeteksi kemunculan satu titik panas.

Tingginya angka kemunculan hotspot dari provinsi tetangga beserta temuan lokal ini berimbas langsung pada kualitas udara yang mulai tertutup kabut asap. Otoritas terkait meminta seluruh warga Riau untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kesehatan.

“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” papar Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris. (Irsyad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.