Buruh Gelar Aksi Demo di Gedung DPR, Jasa Marga Tutup Akses Keluar Tol Slipi

0 53

DERAKPOST.COM – Menyusul aktivitas masyarakat di sekitar Gedung MPR/DPR, Jakarta, hari Selasa (6/10/2026). Dalam hal ini, Jasa Marga melakukan rekayasa lalu lintas Tol Cawang-Tomang-Pluit atau Tol Dalam Kota.

Penyesuaian operasional tersebut dilakukan Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) melalui Representative Office 2 bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan Kepolisian untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi unjuk rasa buruh. Pengguna jalan diimbau mewaspadai peningkatan volume kendaraan, khususnya pada akses menuju dan sekitar kawasan Gedung MPR/DPR.

Atas diskresi Kepolisian, mulai pukul 10.25 WIB dilakukan untuk penutupan sementara secara situasional pada akses keluar Slipi KM 09+650 Tol Dalam Kota arah Grogol. Penutupan akses keluar Slipi dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi aksi unjuk rasa di sekitar Gedung MPR/DPR. Sementara itu, pengguna jalan yang terjebak di jalan arteri akibat aksi unjuk rasa diarahkan untuk memasuki jalan tol. Pengaturan ini juga mencakup kendaraan roda dua dengan pengamanan khusus.

Pengendara sepeda motor yang masuk ke jalan tol, maka petugas akan mengarahkan kendaraan untuk keluar kembali melalui akses keluar Slipi Jaya di KM 12 Tol Dalam Kota arah Grogol. Senior Manager Representative Office 2 JMT Amri mengatakan pengaturan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan selama aksi berlangsung.

“Untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama aksi unjuk rasa berlangsung, atas diskresi Kepolisian, dilakukan pengaturan lalu lintas dengan mengalihkan pergerakan kendaraan di Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit. Kami mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar,” ujar Amri, dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10/2026).

Jasa Marga Siagakan Petugas

Jasa Marga terus memantau kondisi lalu lintas di sekitar lokasi aksi secara berkala. Petugas operasional juga disiagakan di lapangan untuk melakukan penanganan apabila terjadi kepadatan maupun perubahan situasi. Pengguna jalan yang hendak melintas di sekitar kawasan Gedung MPR/DPR diminta menyesuaikan rute perjalanan dan memperhitungkan potensi waktu tempuh yang lebih panjang.

Jasa Marga juga mengimbau pengendara mematuhi rambu-rambu serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama rekayasa lalu lintas diberlakukan. Perusahaan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian operasional tersebut. Pengaturan akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan pengguna jalan. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.