Bendera Merah Putih Setengah Tiang di Pekanbaru tak Seragam, Apa Memperingati G30S/PKI Ini Mulai Memudar?
DERAKPOST.COM – Momen peringatan 30 September atau disebut G30S/PKI selama inipun identik dengan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang tampak, disaat ini tak seragam di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Berdasarkan pantauan lapangan, pada hari Rabu (30/9/2026) ini sejumlah lokasi di ibu kota Provinsi Riau terlihat rumah-rumah itu tidak mengibarkanya bendera Merah Putih setengah tiang. Bahkan, untuk di sejumlah perkantoran, ada ditemukan bendera yang dikibarkan satu tiang penuh, dan ada juga setengah tiang
Kondisi itu munculkan pertanyaan, apakah momentum mengenang peristiwa G30S/PKI dan para jendral yang menjadi korban, yang gugur pada September 1965 ini mulai memudar di tengah masyarakat ? Selama ini, pengibaran Merah Putih setengah tiang pada 30 September menjadi simbol bentuk penghormatan.
Padahal itu pada tahun-tahun sebelumnya, pemerintah mengeluarkan pedoman pada kantor instansi pemerintah, bahkan satuan pendidikan, dan komponen masyarakat itu kibarkanya Bendera Merah Putih setengah tiang pada 30 September. Kemudian pada 1 Oktober, Hari Kesaktian Pancasila yang kibarkan penuh.
Namun, pantauan di Pekanbaru tahun ini menunjukkan kondisi yang berbeda. Ada perkantoran memasang bendera setengah tiang, sementara pada lokasi lainnya justru mengibarkannya penuh. Perbedaan itupun terlihat cukup mencolok. Yang seharusnya jadi simbol penghormatan serta pengingat sebagai sejarah.
Fenomena di Kota Pekanbaru ini, menjadi sorotan tersendiri. Apakah masyarakat ini sudah semakin tidak mengetahui makna pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September, atau memang ini perhatian terhadap momentum sejarah sudah mulai berkurang? Bendera pemersatu hari inipun beragam kibarnya.
Terlebih, peringatan tersebut terus setiap tahunnya dan menjadi bagian dari agenda untuk mengenang itu salah satu peristiwa kelam dalam perjalanan sejarah Indonesia. Ditengah perkembangan zaman, maka ada pertanyaan yang kini bukanya sekadar soal bendera dikibarkan itu setengah tiang atau satu tiang penuh.
Fenomena ini, setidaknya menjadi catatan bahwa cara halnya masyarakat memaknai momentum sejarah 30 September, mulai menunjukkan beragam bentuk. Pertanyaan itu menjadi menarik di tengah kehidupanya masyarakat yang semakin dinamis. Sebab, pengibaran bendera bukan hanya sekadar seremoni semata. (Dairul)