DERAKPOST.COM – Beberapa waktu lalu, pihak Ombudsman melakukan Sidak pada Lapas Cibinong. Saat itu ditemukan kamar yang ala apartemen dan kini menjadi riuh.
Buntut temuan itu, kini pejabat struktural memegang kendali atas institusi tersebut, telah resmi dinonaktifkan untuk menjalani pemeriksaan intensif. Tindakan tegas itu, langsung diambil oleh pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dikutip dari laman Tribunnews. Seperti hal diungkap Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Rudi. Disaat ini telah dinonaktifkan pejabat struktural di Lapas Kelas IIA Cibinong. Hal itu buntutnya temuan Ombudsman.
Kelima pejabat struktural dinonaktifkan ini adalah meliputi:
1. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas)
2. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP)
3. Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik)
4. Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib)
5. Kepala Urusan Umum
Menurutnya, bahwa penonaktifan tersebut dilakukan untuk melancarkan pemeriksaan internal. “Kami, sudah nonaktifkan pejabat struktural diduga bertanggung jawab pada peristiwa ditemukanya oleh Ombudsman,” sebut Rudi konferensi pers.
Katanya, dinonaktifkan itu dengan dilanjut dilakukan pemeriksaan. Yang tentunya itu pemeriksaanya bagaimana peristiwa atau kondisi yang terjadi sampai ditemukan dan sampai hari ini. Juga adanya pemeriksaan 52 warga binaan di Lapas itu.
Dikutip dari rilis resminya. Sebelumnya itu, pihak Ombudsman RI,mengungkap hasil pengamatanya berupa lebih dari 10 rumah serta ada beberapa mobil mewah. Seperti ada Toyota Alphard dan Toyota Fortuner, terparkir di area blok sel WBP.
Lalu, di dalam salah satu rumah berhasil dimasuki tim Ombudsman, itu ditemukan fasilitas layaknya apartemen. Yang terdiri ruang tamu, satu unit kamar, dapur, kasur empuk berukuran besar, sofa, TV, kulkas dua pintu, AC (pendingin ruangan), dan fasilitas lainnya.
Bahkan, ada pula fasilitas fitness (pusat kebugaran) lengkap, hingga pembangunan simulator golf yang sedang berlangsung. Tak hanya itu, Ombudsman RI menemukan adanya celah keamanan yang dinilai rawan. Karena itu, terdapat akses keluar di bagian belakang kawasan tersebut. (Dairul)