Usai Disebut Presiden Prabowo Sebagai Penerima Upah Rp700 Ribu Per Kilogram, Kini Rumah Dipasang Police Line

0 53

DERAKPOST.COM – Usai nama Susanah ini disebut Presiden Prabowo, yang pengupas bawang, yaitu dengan upah Rp700.000 per kilogram. Hal tersebut yang malah menjadi polemik bagi pemilik nama tersebut.

Seperti pantauan lapangan, saat ini rumah Susanah di Kampung Ciuncal, RT 01/RW 04, Desa Situsari, di Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, di Jawa Barat. Sekarang
tampak dipasangi garis polisi (police line). Pemasangan garis yang menarik perhatian warga dan awak media sejak beberapa hari terakhir terus mendatangi lokasi.

Potongan garis polisi berwarna kuning, itu terlihat masih terikat di bagian atap teras rumah Susanah, Senin (17/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, garis yang tidak serta membentang di depan rumah secara penuh. Di ujung gang yang menuju rumah, gulungan garis polisi serupa, yang tampak di sebuah bangunan warga biasa ini diguna sebagai tempat berkumpul (pos kamling).

Mengapa rumah Susanah dipasangi garis polisi? Menurut keterangan Iis, istri Ketua RT setempat, pemasanganya garis polisi tersebut dilakukan beberapa hari sebelum Senin (17/8/2026). Saat itu, Susanah dan suaminya, Didim, diketahui sedang berada di Jakarta. Pemasangan merupakan hasil pembahasan antara perangkat lingkungan, mulai dari Ketua RW, kepala desa, hingga kepala dusun.

Pertimbangan utamanya adalah tingginya intensitas kedatangan awak media ke rumah tersebut. “Takutnya, khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral,” kata Iis dikutip dari Tribunnnews. Selain itu, pemasangan garis pembatas juga dimaksudkan untuk mengurangi keramaian di sekitar rumah dan menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah yang ikut terdampak sorotan publik.

Bagaimana pengaturan peliputan media di lokasi? Iis menjelaskan, bahwa wartawan yang ingin melakukan peliputanya diminta untuk dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan setempat. Hal ini dilakukan agar aktivitas di sekitar rumah tetap tertib dan tidak mengganggu warga sekitar.

Ia juga menyinggung, bahwa pemerintah, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos), sempat melakukan pengambilan gambar di lokasi tanpa ada koordinasi terlebih dahulu dengan perangkat lingkungan. Kondisi juga kemudian menjadi suatu salah satu alasan pengaturanya akses di sekitar rumah milik Susanah diperketat sementara waktu.

Siapa Susanah yang kini menjadi sorotan publik? Nama Susanah menjadi perhatian publik setelah disebut Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan serta Sidang Bersama DPR RI–DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memperkenalkan Susanah sebagai warga Kabupaten Bogor yang bekerja sebagai buruh harian pengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram. “Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp 700.000 per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya,” ujar Prabowo.

Dikutip dari laman Kompas. Dalam hal ini, kesempatan tersebut, Susanah terlihat mengenakan pakaian adat dan berdiri di balkon Gedung Nusantara sambil mengatupkan tangan saat namanya disebut. Tayangan video dirinya juga ditampilkan, yang memperlihatkan keseharian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Apa pekerjaan Susanah ini sebenarnya menurut warga? Berbeda dengan narasi yang beredar, warga sekitar menyebut bahwa profesi pengupas bawang tidak dikenal di lingkungan Kampung Ciuncal, khususnya RT 01. “Di Kampung Ciuncal ini, terutama di RT 01, tidak ada profesi pengupas bawang ya,” kata Iis.

Menurut penjelasan warga, Susanah yang diketahui itu bekerja membuat kain majun pada pagi hari, yang sementara pada siang hingga sore hari, dia juga bekerja mencuci ompreng di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) daerah setempat. Sementara, suaminya, Didim, yang disebut bekerja serabutan. Diantara lain, mulai dari kuli bangunan hingga menerima pekerjaan memperbaiki rumah warga. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.