Shipper PT KIMI Dan Petugas Bea Cukai Menjadi Korban Insiden KM Gading II di Sungai Apit

0 179

DERAKPOST.COM – Keheningan malam di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Sei Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mendadak berubah mencekam.

Dimana telah terjadi tragedi kecelakaan laut fatal menghantam tim gabungan kepabeanan dan surveyor yang tengah menjalankan tugas di tengah gulita, Selasa (7/7/2026) dini hari.

Kapal motor jenis pompong, KM Gading 2, karam secara tragis setelah terhempas arus liar dan menghantam haluan tongkang (TK) INDO SUKSES 130. Dampak insiden maut ini sangat memukul dunia maritim dan kepabeanan Riau.

Diketahui salah seorang surveyor dari PT Carsurin, Ilham Syahputra Siregar (29), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara, tiga orang lainnya termasuk pemilik barang dari PT KIMI (Kharisma Inti Mitra Indonesia) serta petugas Bea Cukai Pekanbaru hingga kini masih hilang misterius ditelan arus selat yang dikenal ganas.

Pompong Kalah Tenaga

Tragedi ini bermula pada Senin(6/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. KM Gading 2 yang dinakhodai Aprizal bergerak membelah malam.

Usai mengantar dokumen ke kapal TB MTS 29, pompong kayu tersebut langsung meluncur menuju kapal kargo MV HIMALA guna menjemput tim gabungan yang bertugas melakukan draft survey.

Petaka datang begitu cepat saat kapal yang membawa 7 orang itu, mulai mendekati dan memeriksa bagian haluan kanan MV HIMALA.

Secara tak terduga, hantaman arus laut yang sangat kencang menyeret haluan KM Gading 2 ke arah kiri. Situasi langsung kritis ketika buritan pompong menyentuh rantai jangkar MV HIMALA.

Nakhoda, Aprizal sempat berupaya keras memutar kemudi ke kanan habis-habisan sambil menggeber throttle mesin.

Namun, kekuatan mesin pompong kayu tersebut kalah telak melawan brutalnya arus laut. KM Gading 2 terseret tanpa kendali hingga menghantam keras haluan TK INDO SUKSES 130 yang sedang lego jangkar.

Tekanan arus yang masif langsung memiringkan kapal ke kanan, membuatnya karam dan tenggelam dalam hitungan menit.

Dari total 7 orang di atas kapal, 3 orang dinyatakan berhasil menyelamatkan diri dari maut. Mereka adalah Nakhoda Aprizal, Hamdy (Agen PT Segara Mitra Abadi) dan Lewie Marvie Yuson Ga (Chief Officer MV. HIMALA).

Namun, nasib malang menimpa Ilham Syahputra Siregar (PT Carsurin) yang ditemukan paska kejadian dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jasad korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Sungai Apit.

Saat ini, fokus utama tim penyelamat tertuju pada 3 korban yang masih dinyatakan hilang di perairan, yakni masing-masing bernama, Desmond Nataldo (44) pemilik barang dari PT KIMI (Kharisma Inti Mitra Indonesia).

Selanjutnya, Aditia Waskita (27) petugas Bea Cukai Pekanbaru, dan Febri (30) Surveyor PT Sucofindo.

Diketahui seblumnya, PT KIMI merupakan salah satu perusahaan ekspor cangkang yang memiliki stockpile di Kecamatan Tualang, Siak, Riau, diduga belum melengkapi perizinan.

“Pencarian intensif saat ini tengah dilakukan dengan mengerahkan 3 unit tugboat (kapal tunda), dibantu 1 kapal nelayan setempat,” kata Kasat Polairud Polres Siak dalam laporannya.

Untuk mempercepat dan memperluas radius pencarian, pihak KSOP Kelas II Tanjung Buton telah berkoordinasi erat dengan Basarnas Provinsi Riau yang diterjunkan ke lokasi sejak pagi ini.

Tragedi memilukan di tengah malam ini, kembali menjadi tamparan keras sekaligus evaluasi besar mengenai risiko tinggi keselamatan kerja maritim (K3), terutama pada aktivitas pemeriksaan kapal malam hari yang dilakukan di bawah ancaman cuaca ekstrem dan arus liar Selat Riau. (Berry)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.