Demo di Jakarta, Jaringan Aktifis Nusantara Desak Mendagri Nonaktifkan SF Hariyanto dari Jabatan Plt Gubernur Riau
DERAKPOST.COM – Mencuat pemberitaan mengenai pernyataan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengaitkan bahwasa penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), hal itu menuai reaksi dari sejumlah kalangan.
Seperti halnya, Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Rabu (24/6/2026) melakukan unjuk rasa ke Kemendagri, mendesak Mendagri untuk menonaktifkanya SF Hariyanto dari jabatannya Plt Gubernur Riau. Desakan itu disampaikan JAN melalui aksi damai yang di depan Gedung Kemendagri, Jakarta,
Massa menilai pernyataan SF Hariyanto tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap program strategis nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Koordinator Lapangan JAN, Umar kepada wartawan, mengatakan, hal program MBG itu justru dirancang mendorong perputaran ekonomi di daerah melalui belanja bahan pangan, jasa distribusi, serta operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut dia, secara ekonomi kehadiranya program ini seharusnya membuka peluang peningkatan aktivitas usaha di masyarakat, dan itu berpotensi menambah penerimaan daerah dari berbagai transaksi yang terjadi di tingkat lokal.
āSecara logika, kalau MBG ini justru dapat menggerakan ekonomi daerah. Dana yang dikucurkan pemerintah pusat itu, berputar melalui pembelian kebutuhan pangan, jasa, dan operasional SPPG. Maka, aktivitas itu juga muncul potensi penerimaan pajak dan efek ekonomi lainnya,ā kata Umar.
Karena itu, JAN menilai tidak tepat apabila penurunan PAD Riau dikaitkanya langsung dengan pelaksanaan Program MBG. Umar menyebutkan, terdapat banyak faktor yang memengaruhi capaian pendapatan daerah, mulai dari kinerja pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset, hingga kondisi ekonomi secara umum.
āJangan karena gagal meningkatkan PAD lalu program nasional dijadikan kambing hitam. Penjelasan kepada publik itu harus didasarkan pada data yang utuh dan dapat dipertanggungjawabkan,ā ujarnya. Didalam aksi itu, JAN juga meminta ke Kemendagri melakukan pemeriksaan Plt Gubernur Riau terkait pernyataan demikian.
Massa aksi membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terkait pernyataan yang mengaitkan program MBG itu dengan turunnya PAD Riau. Aksi berlangsung tertib dibawah pengawalan aparat keamanan. Dan setelah menyampaikan aspirasinya ke Kemendagri, massa aksi itu membubarkan diri secara tertib. (Andy)