Zelenskyy Terkejut Israel Enggan Beri Bantuan Senjata pada Ukrain

0 169

 

DERAKPOST.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengaku terkejut karena Israel enggan memberi sistem anti-rudal untuk membantunya Ukraina melawan serangan Rusia.

Hal itu diketahui, Zelenskyy yang telah meminta bantuan senjata kepada Israel tak lama setelah perang dimulai pada Februari. Dia meminta bantuan sistem Iron Dome Israel, yang sering digunakan untuk mencegat roket itu ditembakkan oleh militan Palestina di Gaza.

Ditulis Reuters. Israel telah mengutuk invasi Rusia ke Ukraina. Namun Israel bersikap waspada terhadap ketegangan hubungan dengan Moskow, memiliki kekuasaan di negara tetangga Suriah. Pasukan Israel sering menyerang milisi pro-Iran di Suriah.

“Saya mengerti – mereka memiliki situasi yang sulit, mengenai situasi dengan Suriah dan Rusia. Saya menyatakan fakta. Percakapan saya dengan para pemimpin Israel tidak membantu Ukraina,” kata Zelenskyy dalam keterangannya.

Komentar Zelenskyy kali ini lebih tegas daripada komentar sebelumnya pada Maret. Ketika itu, Zelenskyy mencela Israel karena keengganannya untuk mengirim senjata. Pada saat itu, Israel tidak berkomitmen untuk mengirimkan senjata. Israel hanya mengatakan mereka siap membantu Ukraina sebisa mungkin.

Dikutip dari republika.co.id. Zelenskyy menuntut pengadilan khusus PBB untuk menjatuhkan hukuman yang adil kepada Rusia atas invasinya ke Ukraina. Termasuk hukuman finansial dan mencabut hak veto Moskow di Dewan Keamanan.

Zelenskyy menyampaikan pidato melalui video yang telah direkam, di hadapan para pemimpin dunia di Majelis Umum PBB pada Rabu (21/9/2022). Pidato ini disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan mobilisasi tentara dalam masa perang pertama Rusia sejak Perang Dunia Kedua.

“Sebuah kejahatan telah dilakukan terhadap Ukraina, dan kami menuntut hukuman yang adil. Sebuah pengadilan khusus harus dibentuk untuk menghukum Rusia atas kejahatan agresi terhadap negara kita. Rusia harus membayar perang ini dengan asetnya,” kata Zelenskyy.

Zelenskyy memaparkan lima kondisi perdamaian yang tidak dapat dinegosiasikan. Salah satunya termasuk hukuman atas agresi Rusia, pemulihan keamanan dan integritas wilayah Ukraina, dan jaminan keamanan. Para delegasi di PBB memberikan tepuk tangan meriah di akhir pidato Zelenskyy.

Sebelumnya pada Rabu, dalam pidato disiarkan di televisi, Putin meumumkan langkah bisa mencaplok empat provinsi Ukraina dan mengancam menggunakan senjata nuklir untuk membela Rusia. Ini, tanpa memberi bukti, Putin ini menuduh para pejabat di negara-negara NATO itu mengancam juga menggunakan senjata nuklir untuk melawan Rusia.

“Ketika integritas teritorial negara kami terancam, kami pasti menggunakan hal semua cara yang kami miliki untuk bisa melindungi Rusia dan rakyat kami. Ini bukan gertakan,” ujar Putin. Katanya, hal penerbangan keluar dari Rusia dengan cepat terjual habis. Sementara halnya, pemimpin oposisi yang dipenjara Alexei Navalny menyerukan demonstrasi massal menentang mobilisasi masyarakat Rusia ke medan perang di Ukraina.

Rusia mengatakan beberapa orang sudah menerima pemberitahuan panggilan perang. Sementara polisi melarang kaum pria meninggalkan kota di selatan Rusia. Kelompok pemantau protes independen OVD-Info mengatakan lebih dari 1.300 orang telah ditahan dalam protes pada Rabu malam. **Rul

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.