DERAKPOST.COM – Kekecewaan keluarga dari pasien memuncak, yang sehingga ini mencak-mencak melontar kekecewaanya terhadap pelayanan dari IGD Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru. Ini , dikarena pasien masuk IGD RSD Madani di Jalan Garuda Sakti, tersebut tidak dilayani dengan maksimal.
Hal itu diketahui pasien yang sesak nafas, pasien bernama Lolya Saputra Siregar (41) mengalami sesak nafas akut dan langsung dilarikan ke IGD RSD Madani tersebut, oleh pihak keluarganya. Sesampainya itu di IGD pasien diberi pelayanan biasa seperti yaitu pemasangan oksigen, tapi tidak dilakukan penanganan maksimal yang sebagaimana fasilitas Istalasi Gawat Darurat.
Berjam-jam kelurga pasien menunggu keputusan pihak penanggungkawab IGD, hingga lebih kurang 10 jam.
“Pasien masuk IGD RSD Madani ditangani dokter umum yang piket saat itu, dan saat itu dr Yandra SpP (Spesialis Paru) selaku penanggungjawab dinilai lalai dalam penanganan pasien. Dimana dari jam 14.00 WIB sampai jam 22.30 WIB baru dapat keputusan atas pasien dirujuk ke RSI Ibnu Sina,” tukas salah seorang keluarganya yang enggan menyebutkan namanya.
“Kalau mau di rujuk, ujarnya sambil memperlihatkan kekecewaan, kenapa tidak dari siang hari tadi atau sore di rujuk. Kan kelamaan pasien menunggu keputusan pihak IGD RSD Madani yang dinilai ditelantarkan.”
Perihal ini, pihak pasien akan melaporkan peristiwa pelayanan di IGD RSD Madani ini ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah dan Pusat. Selain itu akan kita surati ke pihak Konsul Kedokteran Indonesia (KKI) ulah pelayanan, tandasnya.
Kami ingin IDI dan KKI turun tangan serta menangani pelayanan IGD RSD Madani ini. Dimana tanggungjawab pengawas internal, pihak direktur dan kadiskes Kota Pekanbaru.
Sementara itu, berita kekecewaan warga ini, awak media mencoba menghubungi direktur RSD Madani. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum mendapatkan konfirmasinya. (Rilis)