Waduh…. Anggota Legislator Ini Sebut Biaya Koperasi Merah Putih Sebesar Rp1,6 Miliar Itu Terlalu Mewah

0 271

DERAKPOST.COM – Anggota DPR menilai pihak dari Agrinas Pangan dapat menekan biaya pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi Rp 500 juta untuk level di desa.

Hal itu disampaikan Zulfikar Hamonangan dari Komisi VI DPR RI. Ia pun menilai biaya Rp1,6 miliar terlalu besar hal membangun satu gerai Koperasi Desa Merah Putih. “Itu bagus. Tapi itu terlalu mewah untuk tingkat desa. Apalagi, wujud ingin kita lakukan itu koperasi,” kata dia pada agenda rapat kerja bersama Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Pangan Nusantara, hari Selasa (18/11/2025).

Dikutip dari laman Tempo. Pernyataan itu disampaikan Zulfikar usai mendengarkan paparan Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa tentang biaya pembangunan dan desain gerai koperasi. Joao menjelaskan pembangunan satu unit koperasi itu akan menelan biaya Rp1,6 miliar, dengan asumsi anggaran satu meter persegi pembangunan senilai Rp2,9 juta.

Nantinya, bangunan Koperasi Merah Putih akan memiliki ukuran 20 x 30 meter. Bangunan koperasi dilengkapi gerai toko seukuran 6 x 17 meter, klinik desa 3,5 x 20 meter, dan gudang khusus untuk pupuk 4 x 6 meter. Selain gudang pupuk, Agrinas Pangan mendesain koperasi memiliki ruang penyimpanan untuk elpiji subsidi.

Lebih lanjut, Zulfikar menilai Agrinas Pangan dapat menekan biaya pembangunan menjadi Rp500 juta dibandingkan Rp1,6 miliar. Dengan anggaran itu, Zulfikar meyakini Agrinas Pangan dapat membangun gerai dengan maksimal dengan konsep yang minimalis.

Agrinas Pangan Nusantara merupakan BUMN bidang pangan yang ditugaskan pemerintah untuk membangun fisik gerai dan pergudangan Koperasi Desa Merah Putih. Joao menjelaskan Agrinas Pangan ikut membuat perencanaan desain gerai koperasi dan mengajukannya kepada Kementerian Koperasi.

“Mungkin karena desain yang kami buat itu cocok dan dengan waktu serta biaya yang sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga kami ditunjuk,” tutur dia. Joao mengatakan Agrinas Pangan berperan sebagai pelaksana kegiatan pembangunan gerai Koperasi Merah Putih dan akan menggandeng TNI dalam pembangunan gerai.

Ia juga menjelaskan perusahaan dan TNI bekerja sama dalam melakukan survei atau validasi pembangunan, sosialisasi percepatan pembangunan, membantu pembangunan gerai, menyiapkan mandor, tenaga pertukangan, pemasok bahan pembangunan.

Menurut Joao, proses pembangunan turut melibatkan tenaga lokal. Material yang digunakan dalam pembangunan juga dipastikan berasal dari pemasok lokal. “Kami tidak menggunakan toko-toko supplier maupun pedagang-pedagang besar,” kata dia.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.