Spora Kemandirian di Tapung Hulu: Ibu-Ibu Seroja Rintis Sentra Jamur Tiram

0 93

DERAKPOSTCOM – Di balik rutinitas padat sebagai ibu rumah tangga dan kader posyandu, Dewi Murni (42) menyimpan kegelisahan yang sama dengan banyak perempuan di Desa Rimba Beringin, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.

Mereka ingin membantu ekonomi keluarga, namun terbentur keterbatasan modal dan waktu. Keresahan itu perlahan menemui jalan keluar sejak terbentuknya Kelompok SEROJA, sebuah inisiatif budi daya jamur tiram yang dinakhodai langsung oleh Dewi.

Dalam perjalanannya, kelompok ibu-ibu ini mendapat pendampingan intensif dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memastikan impian mereka tidak berhenti di tengah jalan.

Sebelum program ini hadir, Dewi dan anggotanya sering merasa cemas akan masa depan ekonomi mereka. Sebagai pedagang kue rumahan dengan penghasilan tak menentu, Dewi kerap bertanya-tanya tentang peluang usaha yang realistis tanpa harus meninggalkan tanggung jawab di rumah.

“Dulu saya maju-mundur kalau mau buka usaha. Pasti mikirnya modal dari mana, nanti kalau rugi dapur mau ngebul pakai apa,” ungkap Dewi.

Melihat potensi dan semangat tersebut, PHR hadir memberikan modal awal berupa baglog sekaligus pelatihan teknis. Mereka diajarkan ilmu dari hulu ke hilir, mulai dari teknik perawatan, pengendalian hama, hingga manajemen kelompok yang profesional.

Perubahan tidak datang dalam semalam. Dewi Murni memimpin 10 anggota kelompoknya untuk keluar dari zona nyaman. Ia mencatat tingkat kelembapan kumbung (rumah jamur) setiap hari dan belajar memahami siklus hidup jamur dengan sangat detail. Di bawah kepemimpinannya, kelompok ini menerapkan sistem piket bergiliran untuk memonitor perkembangan jamur.

“Ibu-ibu sekarang sudah tahu cara merawat dan mengantisipasi hama. Ternyata merawat jamur itu seperti merawat anak bayi, butuh perhatian khusus dan ilmu yang pas,” ujar Dewi.

Hasilnya kini mulai terasa. Budidaya jamur tiram telah menjadi sumber pendapatan baru bagi 10 anggota kelompok SEROJA. Namun, bagi Dewi, perubahan yang paling membanggakan adalah transformasi mentalitas para anggotanya.

Para ibu yang dulunya hanya fokus pada urusan domestik, kini tampil lebih percaya diri dalam berdiskusi dan mengambil keputusan. Mereka bahkan memiliki visi besar: menjadikan Desa Rimba Beringin sebagai Sentra Jamur Tiram untuk pengembangan ekonomi lokal.

“Sekarang kami punya penghasilan sendiri. Pegang uang dari keringat sendiri itu rasanya beda, ada kebanggaan yang susah dijelaskan,” pungkas Dewi dengan penuh optimisme.

“Fokus utamanya adalah kemandirian. Kami memahami bahwa tantangan terbesar pelaku usaha mikro, terutama kelompok perempuan, adalah minimnya kepercayaan diri dan akses terhadap ilmu pengetahuan. Melihat bagaimana Kelompok SEROJA kini mampu mengelola aspek teknis budidaya hingga manajemen kelompok secara profesional, menunjukkan bahwa tujuan pemberdayaan telah mencapai sasarannya,” kata Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal.

PHR terus berkomitmen untuk hadir dan tumbuh bersama masyarakat di wilayah operasi. Diharapkan semangat Kelompok Seroja dapat menular ke desa-desa lain, membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, potensi lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.