Soal Heboh Ada Kilatan Bola Api di Langit, Disebut Berasal dari Roket Satelit Militer TJS-14 China

0 93

DERAKPOST.COM – Adanya penampakan percikan api di pesisir utara Jawa, hingga Lampung ini mengejutkan dan jadi heboh.
Fenomena benda langit misterius melintas hari Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Objek yang mengeluarkan pijar api panjang dan suara dentuman keras.

Terkait ini, didapatkan informasi bahwasa suara demikian itu berasal dari roket tahap tiga (upperstage) Long March-3B milik dari Tiongkok, dengan sepanjang 18 meter dan bermassa 20 ton. Hal itu, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) memberikan penjelasan resmi terkait yakni, fenomena benda langit bercahaya melintas di langit tersebut.

Berdasarkan analisis tim Sains Atmosfer dan Keplanetan serta Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), objek tersebut dipastikan merupakan sampah antariksa. “Interpretasi awal para dosen Prodi Sains Atmosfer dan Keplanetan, serta staf OAIL, kemungkinan besar objek ini adalah sisa roket China, CZ-3B R/BĀ (rocket body),” tulis akun resmi Sains Atmosfer dan Keplanetan ITERA melalui Instagram, Ahad (5/4/2026).

Pihak ITERA ini juga menjelaskan bahwasa fenomena itu terjadi akibat prosesĀ re-entry ataupun masuknya kembali benda buatan manusia ke atmosfer Bumi. Karakteristik visual yang terekam, seperti pergerakanya yang relatif lambat dan objek yang tampak terfragmentasi (pecah), menjadi indikator kuat bahwa benda tersebut bukan meteor. Tetapi, memasuki atmosfer, gesekan tinggi menyebabkan objek tersebut terbakar.

Diketahui ini juga, Pengamat angkasa luar Marufin Sudibyo itu dari lembaga Ekliptika menjelaskan, hal kilatan cahaya ini sangat terang, lebih terang kalau dibanding planet Jupiter, dan terekam lama di video. Sebut dia, fenomena ini jelas bukanlah pesawat, satelit, rudal, atau meteor. Ini, merupakan sampah antariksa yang jatuh kembali.

Roket ini diterbangkan dari Xichang Space Center pada 23 Januari 2025 untuk halnya tempatkan itu satelit militer Tongxin Jushu Shiyan (TJS)-14 ke orbit geostasioner yang setinggi 36.000 km dalam misi Y105. Yang setelah menyelesaikan tugasnya, tingkat 3 roket ini mengorbit Bumi hingga kecepatan menurun dan akhirnya itu jatuh kembali ke atmosfer.

Lintasan rekonstruksi menunjukkan debris bergerak dari utara-barat laut yang menuju Selatan – Tenggara. Saat halnya memasuki atmosfer, material roket tersebut terbakar, membentuk bola api dengan jejak cahaya panjang dan terkadang pecahan-pecahan terpisah, disertai suara gemuruh terdengar oleh warga.

Marufin menegaskan, dari sebagian besar debris akan habis terbakar sebelum hal itu mencapai permukaan Bumi, sehingga bagi masyarakat tak perlu khawatir ā€œFenomena ini, sekaligus menjadi pengingat bahwasa orbit Bumi ada dipenuhi sampah antariksa yang suatu saat bisa kembali ke atmosfer,ā€ pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan. Warga berada di sepanjang Pesisir Utara Jawa yang hingga Lampung dikejutkan oleh fenomena benda langit misterius yang melintas pada Sabtu (4/4/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Objek yang mengeluarkan pijar api panjang dan suara dentuman keras itu juga sempat memicu kepanikan massal karena diduga sebagai serangan rudal. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.