Sepanjang Tahun 2025, Fanny Wahyu: BP3MI Riau Pulangkan 2.707 Pekerja Migran Bermasalah

0 44

DERAKPOST.COM – Sepanjang tahun 2025, dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, mencatat telah memfasilitasi pemulangan sebanyak 2.707 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bermasalah.

Demikian disampaikan Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan dalam keterangan kepada wartawan. Sebutnya, langkah inilah menjadi bagian upaya negara yang berikan perlindungan ke PMI menghadapi berbagai persoalan saat bekerja di luar negeri.

Fanny Wahyu Kurniawan, mengungkapkan bahwasa mayoritas PMI yang dipulangkan yakni berasal dari Sumatera Utara. Kondisi demikian itu menunjukkan masih perlunya perhatian dan pengawasan lebih intensif terhadap daerah-daerah dengan angka PMI bermasalah yang cukup tinggi.

BP3MI Riau ini terus berkoordinasi dengan para pihak guna memastikan pada proses pemulangan berjalan aman, tertib, dan juga sesuai prosedur. Setibanya di tanah air, dari para PMI juga mendapat pendampinganya itu agar dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Pendampingan tidak hanya berhenti pada pemulangan. Kami juga memberikan edukasi terkait hak dan kewajiban PMI selama bekerja di luar negeri, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujar Fanny, Rabu (31/12/2025) yang dikutip dari RRI Pekanbaru.

Selain itu, BP3MI Riau menyediakan layanan konseling serta bantuan sosial bagi PMI yang membutuhkan dukungan lanjutan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan menyeluruh terhadap para pekerja migran.

Sepanjang tahun 2025, BP3MI Riau ujarnya juga ada meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperlancar proses pemulangan PMI bermasalah. Di sisi lain, sosialisasi mengenai prosedur resmi keberangkatan ke luar negeri terus digencarkan agar calon PMI lebih siap dan terhindar dari praktik ilegal.

Fanny berharap data pemulangan PMI sepanjang tahun ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Dengan sinergi yang kuat antar pihak, perlindungan terhadap PMI diharapkan semakin optimal dan jumlah kasus pekerja migran bermasalah dapat ditekan di masa mendatang.  (Rezha)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.