Satu Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon, RI Kecam Keras Serangan Israel

0 49

DERAKPOST.COM – Tiga orang prajurit TNI dilaporkan mengalami luka. Sementara itu, satu TNI yan tergabung pada misi pasukan di Perdamaian Bangsa-Bangsa (PBB) atau UNIFIL di Lebanon akibat serangan artileri.

Insiden ini, terjadi pada 29 Maret 2026 di dekat Adchit Al Qusayr, di wilayah selatan Lebanon. Area itu jadi titik panas konflik antara Israel dan kelompok bersenjata, Hizbullah

Serangan mengenai prajurit TNI terjadi di tengah eskalasi pertempuran yang terus berlangsung. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit tersebut.

Dalam pernyataannya, Kemlu memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional.

“Doa dan simpati kami bersama keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka,” demikian keterangan dari laman resmi Kemlu RI, dikutip pada Senin, (30/3/2026).

Selain itu, Indonesia juga mengecam keras serangan yang terjadi dan juga menuntut penyelidikan menyeluruh. Katanya, disaat ini Indonesia juga mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukan tindak penyelidikan menyeluruh dan transparan.

Pemerintah RI memastikan langkah cepat ini diambil bersama pihak PBB. “Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk halnya memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka,” ujar Kemlu RI.

Keselamatan pasukan penjaga perdamaian juga kembali ditegaskan itu sebagai prinsip yang harus dihormati semua pihak. Artinya, keselamatan dan serta keamanan personel pemelihara perdamaian PBB itu harus bisa senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional.

“Dan, menyerukan pada seluruh pihak untuk bisa menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan membahayakanya warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan secara diplomasi ini guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” ulas  Kemlu RI.

Sekjen PBB Ikut Bereaksi

Sekretaris Jenderal PBB, AntĂłnio Guterres, juga menyampaikan kecaman dan belasungkawa atas insiden tersebut.

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari UNIFIL di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” tulis Guterres dikutip dari akun X-nya, Senin, (30/3/2026).

Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bagian dari serangkaian insiden berbahaya yang mengancam keselamatan pasukan penjaga perdamaian.

“Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden baru-baru ini yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” lanjut pernyataan Guterres.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.