Rumor Dugaan Peredaran Beras Plastik, Bupati Kepulauan Meranti : Tidak Benar dan Aman Dikonsumsi

0 221

 

DERAKPOST.COM – Bahwa ada rumor yang beredar luas di masyarakat, yakni tentang beras diduga berbahan plastik atau beras sintetis tidaklah benar.

Hal itu dinyatakan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Meranti dalam keterangan tertulisnya ini menjawab wartawan, Sabtu (21/10/2023) siang, pada salah satu coffee shop.

Hadir dalam agenda tersebut, Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Marwan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H Ifwandi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tunjiarto, Kepala
Dinas Komunikasi Informatika Statistik, Dan PersandiannFebriadi Asmara, serta Kasat Reskrim Polres Meranti Iptu AGD Simamora.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Meranti Marwan mengatakan pihaknya telah memastikan jika informasi tersebut tidaklah benar. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau agar tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi beras tersebut.

Dikatakan Marwan, pihaknya bergerak cepat dengan menindaklanjuti dugaan temuan beras mengandung plastik tersebut. Pihaknya telah mengambil sampel beras dengan kemasan bertuliskan Beras IR 42 Premium AS Gold dan telah dilakukan uji laboratorium di Kota Pekanbaru.

Sembari menunggu hasil keluar, Marwan juga mengimbau pihak minimarket tidak menjual beras yang diduga berbahan plastik itu. Ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diingini.

“Kita bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat dengan melakukan sidak dan mengambil sampel beras tersebut untuk dilakukan pengujian di Laboratorium. Sebelum hasilnya keluar, kita sudah minta pihak minimarket untuk tidak menjual dulu beras itu selama masa pengujian,” ujar Marwan.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat di kabupaten itu untuk juga tidak mudah terprovokasi atau percaya kepada suatu informasi yang belum tentu kebenarannya namun tetap harus dilakukan cek dan ricek. Ia membandingkan beras sama plastik lebih mahal plastik, dan itu merupakan hal yang tidak masuk akal.

“Ini merupakan beras hasil pertanian alam di Indonesia dan merupakan beras jenis premium yang diolah menggunakan mesin canggih, beras dari petani kita jika diolah dengan mesin cooler itu juga bagus hasilnya. Untuk di Indonesia belum ada temuan seperti ini, yang ada itu hanya tercampur dengan butiran plastik, tidak mungkin beras terbuat dari plastik, plastik inikan mahal sedangkan beras itu murah, begitu logikanya,” tuturnya.

Kepala Satuan Reskrim Polres Kepulauan Meranti Iptu AGD Simamora SH MH menceritakan pada 12 Oktober lalu beredar kabar adanya beras diduga berbahan plastik atau beras sintetis yang dijual di salah satu mini market di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti. Isu ini pun cepat beredar dari grup ke grup Whatsapp.

Terlihat dari foto dan video yang dikirim ke grup-grup WhatsApp, kemasan beras berwarna hijau oren diduga berbahan plastik. Kemasan beras bertuliskan Beras IR 42 Premium AS Gold.

Video itu berawal dari seorang emak-emak di Selatpanjang mengeluh adanya dugaan beras mengandung plastik usai menanaknya.

Wanita paruh muda itu pun lantas membandingkan nasi hasil olahan beras yang ia konsumsi sehari-hari dengan beras yang baru akan dicobanya. Setelah beras tersebut dimasak lalu digumpal dan dibentuk seperti bola, setelah itu dianggap memantul ketika dilempar ke lantai. Sementara nasi dari beras sehari-hari yang dikonsumsinya menempel di lantai.

“Warga itu baru pertama kalinya membeli beras jenis itu, lalu membandingkan dengan beras yang biasa dia pakai. Karena menduga beras itu terbuat dari plastik, warga tersebut melaporkan hal tersebut ke Satpol PP dan petugas langsung melakukan pengecekan setelah mereka menerima laporan tersebut.

Selanjutnya kami juga meminta pihak minimarket untuk tidak melakukan penjualan beras itu sampai hasil dari laboratorium keluar. Memang secara kasat mata kita tidak melihat adanya dugaan itu, namun soal kewenangan kita harus melakukan uji sampel terlebih dahulu,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, H Ifwandi menjelaskan beras yang diduga beras sintetis itu merupakan jenis beras IR 42. Dia menjelaskan ciri lainnya dari beras ini setelah dimasak, menghasilkan nasi yang tidak pulen, melainkan sedikit keras dan kering.

“Beras ini termasuk jenis IR 42 dan tergolong kedalam beras premium yang diolah menggunakan mesin teknologi tinggi. Bentuknya yang bagus dan keras sehingga banyak yang menganggap ini terbuat dari plastik, padahal tidak sama sekali,” jelasnya.

Plt Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H Asmar memastikan bahwa tidak ada peredaran beras palsu yang terbuat dari plastik di kabupaten termuda di Provinsi Riau itu. Sehingga masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

“Terhadap informasi yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang mengatakan adanya peredaran beras plastik, kita langsung bergerak cepat dan menindaklanjutinya dengan mengerahkan petugas Satpol PP untuk mengamankan beras tersebut dan memerintahkan OPD terkait untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium,” kata Asmar.

Terhadap pengujian hasil laboratorium, diketahui beras tersebut merupakan asli dan layak dikonsumsi. Katanya, hasil dari laboratorium yang sudah keluar itu bahwa memenuhi syarat sebagai beras dan tidak mengandung plastik serta boleh dikonsumsi.

Asmar juga mengimbau warga untuk tidak gegabah dalam membuat isu. Jika memang ditemukan hal-hal mencurigai, hendaklah berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang agar langsung dilakukan pengecekan. **Fir/Rul

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.