DERAKPOST.COM – Saat ini, sejumlah OPD di lingkung Pemprov Riau sedang dipanggil rapat oleh DPRD. Ini didalam menggali informasi pada pembahasan RAPBD-P 2022.
Untuk diketahui, hal agenda rapat yang ditaja Komisi II DPRD Riau ini, bersama Disperindag secara tertutup. Ini sesuai pantauan wartawan di lapangan, yaitu pada pintu masuk ruangan komisi yang dijaga pihak security. Dengan menyebut sedang rapat tertutup di ruang. Jadi tak bisa masuk.
Seperti hal dilakukanya Komisi II DPRD Riau yang mengadakan rapat bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau. Rapat ini, dipimpin Syafrudin Iput yang berserta sejumlah anggota Komisi II DPRD Riau. Tampak dari Disperindag dipimpin M Taufik OH dan jajaran.
Dalam kesempatan itu terungkap kalau pelaksanaan APBD Murni di lingkungan Disperindag Riau, telah mencapai 71,13 persen. Sementara, realisasi keuangan sebesar 65 persen. Namun Disperindag merencanakan penambahan anggaran pada APBD-P 2022, yakni sebesar Rp3 miliar untuk kegiatan pasar murah.
“Terungkap jikalau pelaksanaan APBD Murni di lingkungan Disperindag Riau, mencapai 71,13 persen. Sementara itu realisasi keuangan sebesar 65 persen. Namun dar Disperindag merencanakan penambahan anggaran dalam APBD-P 2022, yakni sebesar Rp3 miliar,” ungkap Syafrudin Iput, usai agenda rapat.
Lebih lanjut Politisi Gerindra menyebut, bahwa sampai 1 September 2022, untuk kegiatan fisik baik itu belanja modal dan lain-lainya telah mencapai 71,13 persen. Sementara realisasi keuanganya berada di angka 65 persen dari total nilai APBD Murni Rp 74 miliar lebih.
Ia pun mengatakan, pada APBD-P 2022 nanti ada penambahanya kegiatan yang berupa pasar murah ditaja Disperindag Riau. Dari informasi instansi itu, bahwa kegiatan pasar murah dilaksanakannya pada 12 kabupaten/kota di Riau. Tetapi ada skala prioritas. Yang nantinya pada daerah Dumai, Inhil, dan Pekanbaru.
“Terkait kegiatan pasar murah tersebut, pihaknya berharap itu memperjuangkan anggaranya masuk APBD-P 2022, yakni sebesar Rp3 miliar,” ujarnya. Disinggung
apa laporan Disperindag akibat dampak naiknya BBM terhadap Sembako. Dalam hal ini, kata mantan birokrat Rohil, kalau itu menurut Disperindag ada terjadi. **Rul