Proyek Hotel Riau Rp53 Miliar Diawasi KPK dan Kejaksaan, SF Hariyanto: Kalau Ada Korupsi, Tangkap Saja
DERAKPOST.COM – Diketahui, sekarang ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sudah memastikan hal pembangunan Hotel Riau di eks Mess Pemprov Riau, di Jalan Brigjen Katamso, Jakarta, berjalan bersih dan juga transparan.
Karena, proyek strategis daerah itu senilai sekitar Rp53 miliar, dari sejak awal diminta untuk diawasi secara ketat oleh Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saya sudah minta proyek ini diawasi jaksa dan juga KPK. Jikalau ada korupsi, tangkap saja,” tegas SF Hariyanto,
Lebih lanjut dikatakanya Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Riau ini, tidak ada toleransi terhadap praktik korupsi dalam pengerjaan proyek tersebut. Karena menurutnya, Riau tidak boleh lagi menjadi daerah yang terus disorot akibat kasus-kasus korupsi.
Karena itu, pembangunan Hotel Riau harus bisa menjadi hal contoh tata kelola proyek pemerintah ini yang bersih, akuntabel, dan profesional. “Riau harus bersih. Dan sudah cukup Riau ini tercoreng gara-gara korupsi. Proyek ini harus bisa menjadi bukti bahwa pembangunan tanpa penyimpangan,” kata Hariyanto.
Pembangunan fisik hotel direncanakan tiga lantai dengan basement tersebut, katanya, ditargetkan rampung Oktober 2026. Tetapi, Hariyanto inipun mengakui proyek sempat mengalami kendala teknis pasca ground breaking pada Agustus 2024,
“Mulai dari persoalan debu pembongkaran bangunan lama hingga urusan administrasi pajak dengan Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, seluruh persoalan telah dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini sudah kembali dikebut sesuai jadwal.
Diketahui katanya, lokasi eks Wisma Slipi sangat strategis yang sehingga ideal bisa difungsikan murni sebagai hotel, bukanya sebagai perkantoran. Hotel tersebut juga diharapkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sebab katanya, selain untuk masyarakat umum, hotel ini direncana menjadi tempat menginap pejabat Pemprov Riau, anggota DPRD, serta perjalanan dinas yang dibiayai APBD, dengan penyesuaian tipe kamar. Ini semakin banyak yang menginap, semakin besar pendapatan daerah. (Dairul)