PPP Pekanbaru Berkonflik Internal, tapi Yakin Raih Suara Maksimal

0 471

 

DERAKPOST.COM – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan
(PPP) Kota Pekanbaru, Zulkarnain tetap optimis bisa membawa partainya menang dalam Pemilu 2024 mendatang, meskipun saat ini tengah dalam dinamika konflik.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya terjadi penyegelan dari kader senior PPP Pekanbaru terhadap kantor DPC. “Dengan adanya dinamika ini, kami malah tambah yakin PPP akan semakin besar, dan menambah semangat kami untuk memenangkan PPP Pekanbaru, kita yakin dapat suara maksimal, kata Zulkarnain, Sabtu (21/1/2023).

Ia mengatakan, saat ini, dari 6 Dapil di Pekanbaru, di masing – masing Dapil pihaknya sudah menempatkan caleg – caleg potensial, dan terus membuka pendaftaran ke masyarakat luas. Kata dia, Bacaleg sudah memenuhi kuota, tapi akan terus buka dan akan selektif nantinya.

Zulkarnain yang juga anggota DPRD Kota Pekanbaru ini mengatakan, bahwa pihaknya menargetkan satu kursi untuk satu dapil nantinya, dan optimis akan tercapai. “Insya allah dengan adanya dinamika ini, kita termotivasi semua,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kader senior PPP menggeruduk kantor DPC PPP Pekanbaru berada di Jalan Teratai, Ahad (15/1/2023). Mereka menggembok dan memasang spanduk bahwa kantor tersebut merupakan milik mereka bukan aset partai.

“Kantor advokat Zulkifri Kamir dan partner, tanah dan bangunan ini adalah milik Raja Eddy Indrayadi, Drs H Aprizal DS, Drs H Moh Roem Zein (almarhum) dan dan Sutan Tabing (almarhum),” isi spanduk tersebut.

Koordinator kader dalam aksi tersebut, Raja Eddy yang juga merupakan Ketua Fraksi PPP Pekanbaru periode 1999 – 2004 mengatakan, bahwa pihaknya menyegel kantor tersebut karena memang gedung itu merupakan milik mereka.

“Saya mantan ketua Fraksi PPP DPRD Pekanbaru periode 1999 – 2004, saya ikut membeli kantor itu. Jadi walaupun bagaimana, kami ingin mengambil kembali aset kami, ini bukan aset PPP,” kata Raja Eddy.

Mengapa langkah ini diambil, kata Raja Eddy karena pengurus PPP saat ini tidak pernah mau tahu dengan tokoh – tokoh PPP yang lama. Apalagi kepada para kader yang telah membeli kantor itu pada masanya. Katanya, kegiatan PPP itu tak pernah diberitahu, tak pernah diundang. **Rul

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.