DERAKPOST.COM – Firman Wahyudi, dari perwakilannya Forum Pemuda Adat (FPA) Kabupaten Kampar, menegaskan bahwasa selama ini masyarakat Kampar tak pernah mengetahui secara langsung, apalagi juga dilibat program Pelibatan Pengembangan Masyarakat (PPM) yakni di sekitar wilayah operasionalnya.
Pernyataan disampaikan Firman Wahyudi ini disampaikan menyikapi klaim PT APG Westkampar Indonesia (APGWI) itu, yang menyebut telah menjalankan PPM, untuk di sekitar wilayah operasionalnya. Hal ini katanya, pernyataan demikian merupakan penyesatan publik, karena ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Firman Wahyudi, menegaskan selama ini masyarakat Kampar tidak pernah merasa atau mengetahui secara langsung, apalagi dilibatkan, dalam program-program PPM yang diklaim perusahaan migas tersebut. “Selama ini, kami di masyarakat Kampar tidak mengetahui dan serta tidak pernah dilibatkan hal itu,” terangnya.
Dalam rilisnya diterima wartawan melalui group. Firman Wahyudi menyebut jangan hanya mengklaim telah berbuat di wilayah operasional, tapi faktanya lapangan nihil. Inikan artinya, terkesan hanya lip service untuk membohongi rakyat. Kesempatan itu, Firman juga mempertanyakan klaim PT APGWI yang dimaksudkan.
Sebab itu menyebut telah melaksanakan berbagai program seperti halnya bantuan pendidikan, sertifikasi HSE, sertifikasi teknisi AC, hingga program edukasi anak dan mahasiswa. Menurutnya, kalau benar program-program itu dijalankan, maka hal utama seharusnya ada data terbuka dan dapat diverifikasi oleh publik.
“Mana datanya? Siapa saja yang dibantu? Dari desa mana? Jangan-jangan ini hanya rekayasa manajemen saja,” ujarnya. Maka dalam hal ini, ia menilai ironi besar terjadi di Kampar, di mana sumber daya alam itu dieksploitasi untuk kepentingan industri migas, namun kondisi sosial masyarakat dan generasi mudanya ini masih jauh dari kata sejahtera.
Terkait hal yang disampaikan oleh Firman Wahyudi, dari perwakilan FPA Kabupaten Kampar dikonfirmasikan kepada pihak PT APGWI melalui Anggi yang diketahui juga bagian humas, melalui 0812-7513-XXXX pesan WhatsApp pada pukul 15.20 WIB ini tidak mendapat jawaban, hingga dinaikan pemberitaan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya. PT APGWI menyatakan bahwasa selama tiga tahun beroperasi tearebuy, perusahaan ini telah menjalankan berbagai program PPM di sekitar wilayah kerja, serta melakukan kolaborasi dengan halnya para pemangku kepentingan, termasuk juga TNI dan Polri, sebagai bagian dari strategi mendukung kelancaran operasional dan peningkatan produksi.
PT APGWI sendiri ada ditetapkan sebagai operator Blok West Kampar itu mulai sejak 26 Januari 2023, adalah luas wilayah kerja mencapai 4.490,71 kilometer persegi yang meliputi dua provinsi—Riau, dan Sumatera Utara—serta tiga kabupaten, yakni Rokan Hulu, Kampar, dan Padang Lawas. Dimana pihak perusahaan menyatakan komitmenn mendukung target pemerintah produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas pada 2030.
Namun demikian, FPA Kampar mendesak agar klaim-klaim tersebut tidak berhenti sebagai narasi sepihak. Mereka meminta adanya klarifikasi terbuka, audit program PPM, serta pelibatan nyata di masyarakat lokal agar tidak terjadi kesenjangan antara eksploitasi sumber daya alam dan bahkan kesejahteraan rakyat di daerah terdampak. (Rilis)