DERAKPOST.COM – Banjir yang melanda di Kabupaten Kuansing, dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah desa semakin terendam. Bupati Suhardiman Amby inipun langsung meintruksikan pejabat agar turun ke masyarakat untuk salurkan bantuan.
Ternyata, tidak hanya menyuruh pejabat, bahkan dirinya sendiri rela menghadang banjir, dengan melihat langsung kondisi masyarakat. Bahkan, membawa bantuan sembako. Dia juga terlihat bercengkrama bersama masyarakat mendengar keluhan warga terdampak banjir.
Dalam hal ini, Bupati Suhardiman membagi bantuan dengan berdasarkan Kecamatan masing-masing. Sehingganya, penyaluran bantuan jadi lebih optimal dan lebih cepat tersalurkan dengan secara keseluruhan ke masyarakat.
Seperti di Kecamatan Pangean, seluruh pejabat asal Pangean yang bertugas di Kabupaten maupun yang berdinas di Kecamatan diminta Bupati membantu Kecamatannya. Begitupun Kecamatan Kuantan Tengah, pejabatnya terlihat kompak turun ke masyarakat.
Sementara Bupati H. Suhardiman Amby, meninjau korban banjir di desa Sikakak, Kecamatan Cerenti, ia terlihat didampingi Asisten I, dr. Fahdiansyah, yang akrab disapa dokter Ukup. Bahkan Bupati juga memboyong Kelaksa BPBD Kuansing, Adrizul, serta pejabat lainnya yang berasal dari bagian hilir Kuansing.
“Cerenti, yang merupa daerah berbatasan dengan Inhu. Saya ingin melihat langsung kondisi masyarakat yang berada di wilayah paling hilir Kuansing. Memang dipantauan lapangan, kondisi warga cukup kesulitan, terutama sandang dan papannya akibat bencana banjir ini,” kata Bupati.
Untuk meringankan beban masyarakat, dirinya sudah menginstruksikan seluruh jajaran, baik itu ASN, Kepala OPD serta komponen lainnya untuk bergotong-royong membantu warga yang terdampak di wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, saya lihat seluruh OPD dan ASN untuk di tiap kecamatan sudah mulai bergerak, menyalurkan bantuan. Karena itu pemerintah terus berupaya untuk salurkan bantuan dengan cepat sesuai mekanisme yang berlaku. Warga terdampak, sudah ada data. Baik oleh Pemerintah Desa, dan juga kexamatan, selanjutnya itu ditabulasi oleh BPBD untuk diberikan bantuan,” ucapnya.
Kesempatan itu, Suhardiman Amby inipun meminta warga untuk bersabar, karena ini baginya tak ada yang istilah anak tiri anak kandung. Semua sama-sama masyarakat Kuansing. Jikalau sudah terdata oleh pihak Pemerintah Desa, maka bantuan ini segera disalurkan pada yang berhak menerima. (Hen)