Pasca Pergantian Ida Yulita Nakhoda PT SPR, Ini Kata Pengamat Ekonomi

0 97

DERAKPOST.COM – Diketahui sekarang,
Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Ida Yulita Susanti ini, dicopot dari jabatannya. Hal tersebut, kondisinya itu kian memanas pemberitaannya menjadi konsumsi publik.

Terkait hal demikian, Pengamat Ekonomi Universitas Riau, Dahlan Tampubolon, menyoroti keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau selaku pemegang saham yang mencopot Direktur PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) beberapa waktu lalu.

Ia mengajak semua pihak melihat persoalan tersebut secara objektif dan proporsional. Menurutnya, pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi, termasuk di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), merupakan hal yang lazim terjadi.

Dikutip dari laman Cakaplah. Dalam hal ini, Dia mengibaratkan rotasi tersebut seperti pergantian nakhoda kapal di tengah pelayaran, demi memastikan arah dan stabilitas perjalanan tetap terjaga sesuai tujuan.

“Kita perlu menyadari bahwa setiap jabatan pada hakikatnya adalah amanah yang bersifat sementara. Ketika ada rotasi atau pemberhentian, esensinya bukan sekadar soal siapa yang diganti, melainkan tentang bagaimana menjaga keberlangsungan institusi agar tetap sehat, tangguh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Provinsi Riau,” ujar Dahlan.

Ia menilai momentum pergantian direksi ini seharusnya menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran manajemen maupun pemangku kepentingan. Bagi manajemen yang masih melanjutkan tugas, tantangannya adalah melakukan pembenahan terhadap berbagai kekurangan yang ada. Sementara bagi pihak yang telah menyelesaikan masa jabatannya, kontribusi yang pernah diberikan tetap patut diapresiasi sebagai bagian dari perjalanan perusahaan.

“PT SPR bukan sekadar entitas bisnis biasa, melainkan salah satu wajah profesionalisme daerah kita. Oleh karena itu, setiap kebijakan strategis, termasuk urusan sumber daya manusia, hendaknya selalu didasarkan pada semangat meritokrasi dan akuntabilitas yang tinggi, jauh dari hiruk-pikuk kepentingan yang bersifat sesaat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan konstruktif dari masyarakat. Kritik, kata Dahlan, merupakan bagian penting dari fungsi kontrol publik. Namun kritik yang membangun akan lebih bermanfaat dibandingkan komentar yang justru memperkeruh suasana di tengah proses pembenahan

Terkait keputusan pencopotan tersebut, Dahlan meyakini pemegang saham telah memiliki pertimbangan matang sebelum mengambil langkah tersebut. Meski demikian, ia berharap adanya transparansi yang jelas kepada publik agar keputusan itu dipahami sebagai bagian dari upaya akselerasi kinerja perusahaan.

“Mengelola sebuah perusahaan daerah itu ibarat merawat sebuah taman yang luas. Terkadang, diperlukan proses pemangkasan pada bagian tertentu agar tunas-tunas baru bisa tumbuh lebih kuat dan bunga-bunganya bermekaran lebih indah. Proses ini mungkin terasa berat bagi sebagian pihak, namun demi kesehatan ekosistem taman secara keseluruhan,” jelasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak terjebak pada polemik masa lalu, melainkan fokus pada langkah strategis yang akan diambil manajemen baru. Ia berharap sosok pengganti Direktur PT SPR nantinya mampu menghadirkan inovasi dan solusi atas tantangan sektor energi yang semakin kompleks di Provinsi Riau.

“Semoga masa transisi ini berjalan dengan mulus dan membawa ketenangan bagi seluruh karyawan serta pemangku kepentingan. Mari kita kawal bersama agar PT SPR benar-benar menjadi mesin penggerak ekonomi yang mandiri dan bisa dibanggakan oleh seluruh masyarakat Riau tanpa terkecuali,” tuturnya. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.