Konfirmasi Hal Isu Rumah Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Tapi Wartawan Alami Dugaan Kekerasan

0 110

DERAKPOST.COM – Kekerasan terhadap jurnalistik masih terus saja terjadi. Yakni baru-baru ini, dugaan tindak kekerasanya dialami wartawan wartapembaruan.co.id. Upaya verifikasi isu penggunaanya rumah yang juga tempat tinggal Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu.

Kekerasan terhadap wartawan, bernama Marhamadan Tanjung, dilapor mengalami luka-luka setelah insiden yang terjadi saat ia menjalankan tugas jurnalistik pada hari Kamis (29/1/2026). Peristiwa itu bermula ketika Marhamadan itu bersama seorang narasumber bernama Erik ini, mendatangi sebuah rumah yang belakangan menjadi sorotan publik.

Rumah, diduga digunakan sebagai rumah dinas, meski yang disebut sebagai rumah pribadi. Kasus pun resmi ditangani Polres Tapteng, setelah laporan polisi teregister dengan nomor LP/B/37/I/2026/SPKT/Polres Tapanuli Tengah/Polda Sumatera Utara. Laporan tersebut memuat dugaan pelanggaran pada Pasal 170 KUHP terkait kekerasan yang dilakukan tersebut secara bersama-sama.

Insiden diketahui, bermula saat wartawan Marhamadan Tanjung mendatangi rumah yang ditempati Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Yang tujuan kedatangan mereka itu adalah melakukan konfirmasi jurnalistik atas informasi viralnya beredar mengenai dugaanya rumah pribadi yang disewa serta difungsikan sebagai tempat tinggal bupati.

Langkah konfirmasi juga dilakukan untuk menindaklanjuti isu yang beberapa waktu terakhir ramai diberitakan, dan sekaligus memastikan kebenaran informasi, supaya  pemberitaan tetap berimbang. Namun, ini menurut keterangan dari korban, sebelum proses konfirmasi berlangsung, keduanya ini dihampiri sekelompok orang lalu terjadi dugaan pemukulan dan pengeroyokan.

Dikutip dari laman Gematipikor. Diketahui, akibat dari kejadian tersebut, Marhamadan mengalami luka di wajah dan bagian tubuh lainnya akibat dari pukulan, dan keroyokan saat ingin bertemu Bupati Tapteng. Begitu juga dengan narasumber yang bersamanya mengalami luka lebam. Disaat ini keduanya masih menjalani perawatan medis di RS FL Tobing, Kota Sibolga.

Pemimpin Redaksi wartapembaruan.co.id, Rudolf Simbolon, dalam konfirmasi kepada awak media, pada hari Sabtu (31/1/2026), menyatakan bahwa wartawannya datang secara terbuka untuk menjalankan tugas jurnalistik, bukan melakukan tindakan lain di luar kepentingan peliputan. Tetapi malah mendapat penganiayaan, saat ini menjalani perawatan medis di RS FL Tobing.

Perkembangan penanganan pada perkara disampaikan oleh pihak kepolisian melalui dari Humas Polres Tapteng Ipda Dariaman Saragih. Ia pun menjelaskan bahwa proses penyelidikan sudah berjalan. Namun, untuk pemeriksaanya yang mendalam terhadap korban itu, belum dapat dilakukan karena kondisi kesehatan korban ini masih dalam perawatan.

Kepolisian, lanjutnya, telah menyampaikan surat kepada korban sebagai bagianya dari prosedur penyelidikan dan akan jadwalkan pemeriksaan lanjutan setelah nanti kondisi korban memungkinkan. “Kami akan segera memberikan informasi lebih lanjut setelah adanya perkembangan penyelidikan. Saat ini penyidik kumpulkan keteranganya awal dan alat bukti guna mengungkap peristiwa di lokasi kejadian,” katanya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu belum  memberikan tanggapan atas adanya upaya konfirmasi awak media. Panggilan telepon dilakukan ini belum direspons. Awak media masih terus berupaya dalam mendapatkan atau memperoleh klarifikasi dengan resmi untuk memenuhi prinsip keberimbanganya informasi kepada publik.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.