Ketum Golkar Airlangga Hartarto Tanggapi Pernyataan Presiden Jokowi Dukung Prabowo
DERAKPOST.COM – Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto menyinggung aturan dalam pilpres serta kewenangan KPU usai Presiden Jokowi memberi sinyal mendukung Prabowo Subianto. Dia pun singgung aturan main di Pilpres
Namun ia dengan santai menanggapi pernyataan Presiden Jokowi tersebut yang mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) pada tahun 2024. “Iya santai, santai,” ungkap Airlangga di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (7/11/2022).
Dikutip dari cnnindonesia. Airlangga lantas menyinggung soal aturan main dalam Pilpres di Indonesia. Dia hanya mengingatkan pada pihak-pihak yang sebenarnya punya kepentingan di Pilpres.
“Ya namanya kontestasi kan kontestan. Jadi artinya sesuai dengan apa KPU saja, siapa yang eligible untuk mendaftar, siapa yang punya dukungan suara, jadi kontestasi kan seperti itu,” ucapnya.
Merujuk pernyataan Airlangga itu, pihak yang bisa mendaftar Capres-Cawapres adalah partai politik. Bukan presiden. Hal itu tertuang dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Bahkan calon presiden pun tidak bisa mendaftar ke KPU. Partai politik atau gabungan partai politik yang bisa mendaftarkan capres-cawapres ke KPU. Sejauh ini Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PPP dan PAN sudah memenuhi syarat.
Merujuk UU Pemilu, partai atau gabungan partai yang bisa mendaftarkan Capres-Cawapres harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional dari pemilu sebelumnya.
Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung soal kans Prabowo Subianto jika menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. Dia mengungkit kembali reputasi kemenangan dirinya atas Prabowo di dua pilpres sebelumnya.
“Dua kali di Pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” kata Jokowi di puncak peringatan ulang tahun Perindo di Jakarta, Senin (7/11/2022).
Pada kesempatan itu, Jokowi juga beberapa kali menggoda Prabowo. Ia sempat bertanya kepada Prabowo tentang kehadirannya di acara itu. Jokowi bingung apakah Prabowo hadir sebagai Menteri Pertahanan atau Ketua Umum Partai Gerindra. **Fad