Kabut Asap Mulai Melanda Provinsi Riau, Kapolri dan Menteri LH Tegaskan Pelaku Harus Ada Tindakan Hukum

0 69

DERAKPOST.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Hal itu, disikapi Kepolisian RI dengan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) melakukan gerak dan langkah cepat nyata dalam menangani permasalahan ini.

Dalam kunjungan lapangan pada 24 Juli 2025, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri LH Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S. Hut.,M.P memimpin langsung peninjauan terhadap titik-titik api yang masih aktif, sekaligus menyampaikan langkah penanganan darurat lintas sektor.

Turut hadir dalam peninjauan ini Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK .,MH.,M.Hum dan pejabat dari BMKG, BNPB, unsur TNI, relawan hingga perwakilan perusahaan swasta yang turut tergabung dalam Satgas Karhutla.

Dalam paparannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyampaikan, hal lonjakan hotspot sempat terjadi signifikan ditanggal 20 Juli 2025, yakni ada mencapai 586 titik. Berkat kerja cepat dan kolaboratif lintas instansi, titik api berhasil ditekan hingga tersisa 144 pada 22 Juli, dengan 14 titik api aktif yang tersebar di 8 kabupaten, terbanyak berada di Rokan Hilir.

“Sebagai bentuk keseriusan, Gubernur Riau telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla untuk Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu selama 14 hari, terhitung sejak 22 Juli hingga 4 Agustus 2025. Sementara 10 kabupaten/kota lainnya berstatus Siaga Darurat,” ujar Kapolri.

Dalam upaya pengendalian, Kapolri inipun mengapresiasi kerja keras seluruh elemen, baik mulai dari Satgas Darat, Satgas Udara, pemerintah daerah, relawan, masyarakat di daerah ini, hingga pihak swasta yang telah aktif membantu pemadaman.

“Dari sisi penegakan hukum, Polda Riau telah mengamankan 46 tersangka pelaku pembakaran, baik yang dilakukan secara sengaja maupun lalai. Total lahan terbakar yang diusut secara hukum mencapai 280 hektare,” ungkap Kapolri.

Kesempatan itu Listyo Sigit, menegaskan, bahwa penindakan akan dilakukan tanpa pandang bulu. Karena sambung dia, tentu sesuai amanat Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla. Artinya semua pelaku Karhutla ditindak tegas.

Sementara itu Menteri LH Dr Hanif Faisol Nurofiq menyebutkan, hal penanganan tak hanya dilakukan di darat. Tapi, pemerintah mengintensifkan operasi water bombing dan modifikasi cuaca untuk mempercepat pemadaman, khususnya itu pada wilayah perbukitan dan lahan gambut.

“Beberapa helikopter tambahan itu, akan dijadwalkan siaga di wilayah Rokan Hulu guna memperluas jangkauan pemadaman dari udara. Sementara itu di darat, petugas juga mulai menerapkan strategi penutupan kanal-kanal air untuk dapat menahan pada  kelembaban tanah dan mencegah terjadi penyebaran api di lahan gambut,” ujarnya.

Menteri LH inipun menekankan pentingnya pada pendekatan edukatif dan preventif di tingkat desa (masyarakat, red) setempat.
Penyuluhan intensif akan digalakkan agar masyarakat bisa lebih sadar akan dampak Karhutla dan pentingnya upaya mencegah kebakaran sejak dini.

“Untuk mengendalikan sebaran asap yang masih muncul, meski api telah tak terlihat, Satgas akan membentuk pagar betis yang melibatkanya unsur TNI-Polri, masyarakat, hingga perusahaan setempat,” ujarnya. Ia mengatakan, tentunya seluruh instrumen darurat yang telah diaktifkan.  (Rezha)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.