Jelang Tutup Buku APBN 2025,. Menteri Keuangan Purbaya Ngaku Susah Tidur

0 55

DERAKPOST.COM – Menjelang tutup buku APBN 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ini mengaku susah tidur. Pasalnya, di tahun pertama menjabat sebagai menkeu, Purbaya pun menghadapi risiko pelebaran defisit.

“Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya enggak bisa tidur, uangnya masuk nggak ya, uangnya masuk nggak ya? Defisitnya bisa melebar,” ujar Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).

Dikutip dari laman CNNIndonesia. Dia pun mengungkapkan penerimaan pajak tahun ini diperkirakan tak mencapai target. Yang karena menurut Purbaya, sejumlah faktor membuat realisasi penerimaan pajak pada 2025 tidak mencapai dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kondisi ekonomi yang melemah pada sebagian besar tahun ini menjadi alasan utama pemerintah mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam penarikan pajak.

“Pajak seperti yang Anda lihat sebelum-sebelumnya, berada di bawah target yang di APBN, jadi kita enggak memungkiri itu kan, karena ekonomi jelek beberapa bulan sebelumnya, sembilan bulan pertama tahun ini,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan pemerintah secara sadar menunda sejumlah upaya penarikan pajak karena menilai langkah tersebut justru berpotensi memperburuk kondisi ekonomi jika dilakukan saat aktivitas usaha belum sepenuhnya pulih.

“Terus, ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus, kan percuma juga kalau saya kerjakan juga akan enggak masuk juga uangnya, malah memperburuk ekonomi,” ujarnya.

Purbaya mengatakan kebijakan fiskal pada 2025 lebih diarahkan pada pendekatan counter cyclical, yakni menjaga agar beban terhadap perekonomian tidak terlalu berat di tengah proses pemulihan.

Pemerintah memilih untuk tidak menekan dunia usaha dan masyarakat secara berlebihan agar pemulihan ekonomi yang mulai berjalan dapat terus berlanjut.

“Jadi kita lakukan kebanyakan counter cyclical yang secara enggak langsung nih, di mana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan, sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus,” kata Purbaya.

Meski realisasi pajak belum sesuai target, Purbaya optimistis kondisi ekonomi akan menunjukkan perbaikan yang lebih nyata pada awal tahun depan. Ia meyakini momentum pemulihan akan semakin terlihat dalam beberapa bulan pertama.

“Ini saya yakin akhir tiga bulan pertama tahun depan sudah akan lebih terlihat dengan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Purbaya, akan terus menyesuaikan kebijakan fiskal dengan dinamika ekonomi agar penerimaan negara tetap terjaga tanpa menghambat laju pemulihan.

Per November lalu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu)baru mengumpulkan penerimaan 82,1 persen dari outlook 2025 yakni Rp2.351,5 triliun dari Rp2.865,5 triliun.

Pendapatan negara per November 2025 diperoleh dari penerimaan pajak sebesar Rp1.634,4 triliun dan kepabeanan serta cukai senilai Rp269,4 triliun.

Sementara, belanja pemerintah sudah mencapai Rp2.911,8 triliun. Karenanya, defisit APBN tercatat Rp560,3 triliun atau 2,53 persen terhadap PDB. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.