DERAKPOST.COM – Kebun sawit terluas di Indonesia menjadi catatan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Yang telah menerbitkan Buku Statistik Perkebunan Periode 2023-2025. Buku setebal 1090 halaman ini memuat data luas areal, produksi dan produktivitas tingkat provinsi dan nasional menurut status pengusahaan Perkebunan Rakyat (PR), Perkebunan Besar Negara (PBN) dan Perkebunan Besar Swasta (PBS).
“Data yang disajikan merupakan hasil sinkronisasi dan validasi yang dilaksanakan berjenjang dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional dengan mengacu pada Pedoman Pengelolaan Data Komoditas Perkebunan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perkebunan. Data tersebut meliputi Angka Tetap (ATAP), Tahun 2024 Angka Sementara (ASEM) Tahun 2025 dan Angka Estimasi (AESTI).,” ujar Plt.Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat dalam sambutannya.
Dalam buku yang terbit pada Desember 2025 ini disajikan data mengenai luas areal perkebunan sawit dengan status keadaan tanaman. Status ini terbagi tiga bagian yaitu Tanaman Belum Menghasilkan (Immature Area), Tanaman Menghasilkan (Mature Area), dan Tanaman Tidak Menghasilkan/Rusak.
Merujuk dari data tersebut, redaksi membuat ranking lima provinsi yang memiliki luas kebun sawit dengan kondisi keadaan tanaman tidak menghasilkan/rusak.
Definisi lahan berstatus TTM/Damaged (Tanaman Tidak Menghasilkan/Rusak) dalam konteks perkebunan dan pertanian (khususnya kelapa sawit) merujuk pada areal lahan yang tanaman di atasnya tidak produktif ataupun rusak. Kondisi tanaman rusak akibat bencana alam, hama, penyakit, kebakaran, atau faktor manusia sehingga tidak dapat berproduksi secara normal.
Penggunaan definisi tanaman tidak menghasilkan dalam statistik perkebunan dikelompokkan terpisah dari lahan tanaman menghasilkan (TM) karena tidak menyumbang produksi utama pada periode pencacahan.
Berikut ini 5 provinsi yang kebun sawitnya terluas dengan status tanaman tidak menghasilkan yaitu:
1. Kalimantan Barat
Perkebunan sawit di Kalimantan Barat dengan status tanaman tidak menghasilkan mencapai 142.259 ha pada 2025. Kendati demikian, terjadi penurunan luasan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 154.786 ha.
2. Riau
Provinsi Bumi Lancang Kuning mengalami kenaikan perkebunan sawit yang berstatus TTM mencapai 142.002 ha pada 2025. Padahal di tahun 2024, luas perkebunan sawit yang tak produktif 101.847 ha.
3. Jambi
Jambi menempati posisi ketiga dengan luasan 109.679 Ha pada 2025. Dibandingkan 2024, ada kenaikan perkebunan sawit dengan status TTM yang sebelumnya hanya 100.593 ha.
4. Kalimantan Tengah
Baca juga: H-2 Lebaran, Harga TBS Sawit Dekati Rp4.000/kg di 3 Provinsi Ini! Petani Makin Full Senyum. Luas perkebunan sawit di Kalimantan Tengah dengan status TTM mengalami penurunan menjadi 70.171 ha pada 2025, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 99.631 ha pada 2024.
5. Aceh
Luas perkebunan sawit yang berstatus TTM mencapai 34.069 ha di provinsi Aceh pada 2025. Namun, terjadi kenaikan daripada tahun sebelumnya yang 29.381 ha.
Kesempatan itu, Abdul Roni menjelaskan bahwa data merupakan hasil sinkronisasi dan validasi yang dilaksanakan berjenjang dari tingkat kabupaten sampai tingkat nasional dengan mengacu pada Pedoman Pengelolaan Data Komoditas Perkebunan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perkebunan. Data tersebut meliputi Angka Tetap (ATAP), Tahun 2024 Angka Sementara (ASEM) Tahun 2025 dan Angka Estimasi (AESTI).
Sedangkan data tahun 2026 Data yang disajikan bersumber dari data primer yang dikumpulkan dari Dinas Kabupaten serta provinsi yang membidangi perkebunan dan data sekunder yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia dan publikasi lain yang diterbitkan oleh asosiasi-asosiasi komoditas perkebunan baik dalam negeri maupun internasional.
“Dengan publikasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memiliki akses terhadap data yang lengkap dan terpercaya untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan komoditas subsektor perkebunan,” ujar Abdul Roni. (Dairul)