Ikan Mati Mendadak di Keramba Sungai Tapung, Kerugian Warga Nelayan Merugi Ratusan Juta

0 50

DERAKPOST.COM – Kematian massal ikan, di Sungai Tapung, Desa Kota Garo, Kampar ini masih membuat resah. Kejadian, terjadi sejak 1 April ini, menyebabkanya kerugian bagi nelayan, dengan hal jumlah kematian diperkirakan mencapai sekitar 15 ton.

Untuk sementara ini, pada penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang. Ikan itupun mati mengapung di Sungai Tapung, Desa Kota Garo, Kampar. Kematian massal ikan itu pemerintah desa belum bisa memberi keterangan penyebab dampak di sungai masih terus didata.

Seperti halnya disampaikan oleh Sekretaris Desa Kota Garo Aan Ferisal, menjelaskan bahwasa kejadian bermula dari informasi desa tetangga terkait dugaan pencemaran sungai.

“Pada malam hari ada laporan masyarakat. Saat itu memberi makan ikan, di kerambah sungai mendapati ikan sudah banyak yang mati. Dari situ laporan masuk, maka mulai viral,” ujarnya kepada wartawan, hari Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, angka 15 ton baru berasal dari kerambah, belum termasuk ada ikan liar di sungai. Kalau dihitung katanya, ikan baung bisa mencapai Rp60.000 ribu per kilogram paling rendah, kerugian terjadi masyarakat diperkirakan ratusan juta rupiah.

Sementara itu, dari warga yang terdampak langsung, Khairul, mengaku awalnya masih sempat memperoleh pada hasil tangkapan sebelum limbah mencapai wilayahnya. Dia mengatakan, waktu itu masih dapat sekitar 20 kilo. Tapi setelah limbah sampai, ikan di keramba banyak yang mati.

Dia bahkan berusaha menyelamatkan ikan dengan memindahkannya ke sungai. Tapi, upaya itu gagal. “Sudah dipindahkan, tetap mati. Memang ikan-ikan, sudah tidak bisa diselamatkan lagi,” katanya.

Untuk diketahui. Hingga saat sekarang ini dari tim investigasi desa dengan bersama masyarakat setempat, dalam hal ini masih dilakukan pendataan kerugian menyeluruh kepada pemilik keramba. Pihak kepolisian dan DLHK Kampar mendalami kasus ini.  (Hafiz)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.