Gudang Penyimpan BBM Solar Ilegal Terbakar di Jalan Sidodadi, Juga Pembibitan Sawit Milik Warga Binawidya

0 54

DERAKPOST.COM – Warga ayang berada di Jalan Sidodadi, RT 02/RW 10, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru mendadak heboh menyusul kepulan asap menghitam membumbung ke langit, Ahad (22/2/2026) siang.

Api melalap habis gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal yang juga berfungsi sebagai lokasi pembibitan kelapa sawit tepat pada saat matahari berada di puncak, sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam pendataan pihak kepolisian.

Adapun pemilik tempat pembibitan sawit dan gudang solar tersebut diketahui yaitu bernama Efendi (50) yang berdomisili di Kecamatan Binawidya, Pekanbaru. Selain itu, seorang warga bernama Sunardi (65) juga tercatat sebagai korban pemilik ternak kambing di sekitar lokasi kejadian ikut mati sebanyak 54 ekor.

“Aktivitas gudang ini sudah cukup lama, itu minyak solar. Sering mereka melangsir dari pom bensin,” ujar Agus, salah satu warga. Untuk menjinakan kobaran api, petugas pemadam kebakatan perlu waktu hingga 2,5 jam untuk bisa memadamkan api.

Asap pekat terlihat dari kejauhan. Warga berhamburan keluar rumah. Sebagian merekam dengan telepon genggam, yang  sebagian lagi berteriak meminta bantuan. Bau menyengat solar terbakar bercampur dengan hembusan angin siang itu, maka menciptakan kepanikan cepat menyebar.

Tak lama setelah laporan diterima, sekitar pukul 12.15 WIB, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil rescue. Sirene meraung memecah lalu lintas menuju lokasi.

Kepala DPKP Kota Pekanbaru Zarman Candra yang berada di lokasi, menyebut proses pemadaman tidak mudah. Namun api itu akhirnya telah berhasil dipadamkan. ”Alhamdulillah api sudah dapat kita padamkan dibantu 8 unit Damkar dan 1 mobil rescue yang kita turunkan,” ujarnya.

Kesempatan itu ia mengatakan, api tak hanya membakar bangunan dan tangki. Tetapi juga merembet melalui solar yang meluap hingga mengalir ke parit dan anak sungai kecil di sekitar lokasi. Kesulitannya karena solar tersebut masuk ke aliran parit, ditambah angin cukup kencang. Dan hal pemadaman berlangsung sekitar 2,5 jam sebelum api benar-benar dapat dikendalikan.

Namun soal apa aktifitas dilokasi terjadi kebakaran itu, Zarman Candra tegaskan , pihaknya belum dapat memastikan aktivitas di dalam kawasan tersebut, apakah benar merupakan gudang penyimpanan solar atau tidak. Meski begitu, di lokasi ditemukan adanya ceceran minyak solar. ”Saat melakukan pemadaman, petugas juga tidak bisa langsung masuk ke titik api karena kondisi di lapangan,” terangnya.

Kapolsek Bukit Raya, Kompol David Richardo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ia mengatakan api diduga berasal dari korsleting arus

Kompol David Richardo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Ia mengatakan api diduga berasal dari korsleting arus listrik di lokasi kejadian.

”Berdasarkan keterangan saksi, api berasal dari percikan korsleting listrik pada kabel yang berada di dekat tangki minyak solar berbahan plastik,” ujar David. Percikan api tersebut dengan cepat menyambar tangki berisi solar hingga memicu kobaran api besar yang disertai suara ledakan.

Dikatakan dia, seorang karyawan gudang bernama Roma (25) yang berada di lokasi langsung meminta bantuan warga untuk menghubungi pemadam kebakaran. Api dengan cepat merambat dan membakar tumpukan tangki berisi BBM jenis solar.

Tak lama berselang, mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Kecamatan Marpoyan Damai, dan Kecamatan Bukit Raya tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. “Sebelum pukul 14.30 WIB, api berhasil dipadamkan oleh tim Damkar Kota Pekanbaru,” jelas David. (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.