Gagal Dapat Adipura 2025, DPRD Minta Evaluasi DLHK Pekanbaru Pengelolaan Sampah

0 90

DERAKPOST.COM – Diketahui sekarang ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru pada tahun 2025 malah gagal raih penghargaan Adipura. Kegagalan itu, dikarena masalah sampah yang tak teratasi maksimal.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Zulfan Hafiz, mendesak Pemko melakukan evaluasi menyeluruh, terhadap tata kelola sampah setelah Pekanbaru kembali gagal didalam meraih penghargaan Adipura pada penilaian 2025.

Zulfan menegaskan, pembenahanya harus difokuskanya Organisasi Perangkat Daerah terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Karena dia menilai besarnya anggaran telah digelontorkan pemerintah perlu diimbangi dengan hasil kerja yang optimal.

“Adipura ini tentu harus menjadi bahan evaluasi secara menyeluruh, terutama bagi OPD terkait, dalam hal ini DLHK. Anggaran yang sudah dikucurkan juga sangat besar, jadi harus dilihat lagi di mana letak permasalahannya,” ujar Zulfan, Ahad (8/3/2026).

Menurutnya, selain perbaikan sistem pengelolaan, pemerintah juga perlu memperkuat pembinaan serta edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Ia menjelaskan, beban operasional DLHK saat ini sebenarnya lebih ringan karena pengelolaan sampah permukiman telah dialihkan kepada Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Saat ini, DLHK lebih fokus pada pengangkutan sampah di jalan protokol serta distribusi dari TPS atau transdepo menuju TPA Muara Fajar.

“Sebagian pekerjaan sudah terbantu oleh LPS yang menangani sampah di lingkungan masyarakat. Tapi tetap perlu evaluasi menyeluruh agar sistem ini berjalan efektif,” jelasnya.

Politisi Nasdem ini juga mendorong agar pemerintah mengkaji kemungkinan pemberian subsidi bagi LPS. Ia menilai dukungan anggaran tersebut bisa menekan beban retribusi yang ditanggung warga.

Dengan adanya subsidi, lanjut Zulfan, LPS berpotensi menurunkan tarif layanan kepada warga sehingga semakin banyak masyarakat yang bersedia bergabung dalam sistem pengelolaan sampah tersebut.

“Kalau LPS mendapat subsidi, biaya ke masyarakat bisa lebih ringan. Dengan begitu warga yang sebelumnya enggan bergabung mungkin akan bersedia ikut layanan pengangkutan sampah,” tegasnya. (Irsyad)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.