Bisa Jadi Ancaman, Presiden Diminta Agar Batalkan Impor Mobil India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara

0 91

DERAKPOST.COM – Presiden Prabowo saat ini dimintakan Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) agar memerintahkan PT Agrinas Pangan Nusantara membatalkan rencana impor 105.000 unit pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Presiden KSPN Ristadi menyampaikan bahwa program Kopdes semestinya menghasilkan manfaat ekonomi dalam negeri, khususnya warga pedesaan. Dia lantas menggarisbawahi bahwa industri otomotif dalam negeri saat ini dalam kondisi lesu karena berkurangnya pesanan.

Akibatnya, terjadi penyesuaian berupa jam kerja buruh yang dikurangi hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK). “Atas dasar hal tersebut, kami meminta Presiden Prabowo perintahkan dirut PT Agrinas agar membatalkan impor kendaraan niaga operasional Kopdes Merah Putih dan memesan ke industri otomotif dalam negeri yang sedang dalam kondisi lesu karena berkurangnya order supaya bisa bergairah kembali,” kata Ristadi.

Dikutip dari laman Bisnis. Menurutnya, hal pembatalan tersebut juga dapat mencegah PHK sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan di sektor otomotif. Dengan demikian, masyarakat Indonesia akan mendapatkan manfaat ekonomi dari program tersebut, bukan pelaku ekonomi luar negeri.

Dia juga mengkritik sejumlah alasan dalam rencana impor mobil pikap tersebut. Ristadi berpandangan bahwa alasan industri otomotif dalam negeri tidak mampu memproduksi unit pikap adalah tidak faktual, mengingat pernyataan Kementerian Perindustrian hingga Kadin Indonesia yang menyebut bahwa produksi kendaraan dalam negeri mencapai 1 juta unit dalam setahun.

Selain itu, Ristadi mempertanyakan urgensi dari spesifikasi kendaraan 4×4 yang akan diimpor, serta harga unit dari India diklaim lebih murah sehingga bisa menghemat anggaran. Menurutnya, kendaraan dalam negeri saat ini telah memenuhi kebutuhan yang sama.

Sebelumnya, Agrinas Pangan berencana mengimpor 105.000 unit pikap asal India dengan nilai kontrak sekitar Rp24,66 triliun. Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit.

Rencana tersebut mendapat kritik dari berbagai pihak seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan DPR RI, terutama di tengah tekanan terhadap industri otomotif nasional sepanjang 2025. Menanggapi kritik ini, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, akan mengikuti arahan dan instruksi jika memang impor pikap dari India harus ditunda. (Dairul)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.