BAZNas Riau Akan Salurkan Seragam Gratis pada 12.000 Siswa SMA/SMK dari Keluarga Kurang Mampu

0 125

DERAKPOST.COM – Sebagaimana halnya yang telah diwacanakan, yakni dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNas) di Provinsi Riau memberi seragam sekolah yaitu satu steel kepada siswa/i SMA/SMK. Ini, suatu program kepedulian dari BAZNas Riau. Hal seragam demikian akan segera dibagikan.

Diketahui, rencana penyaluranya program bantuan pendidikan berskala besar dalam waktu dekat. Program ini difokuskan pada pengadaan seragam gratis bagi siswa/i se SMA/SMK sederajat berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah ini tentu menjadi bagian upaya strategis pemerintah daerah memastikan keberlanjutanya pendidikan di tingkat menengah.

Seperti disampaikan Ketua BAZNas Riau Masriadi Hasan kepada wartawan. Untuk sumber pendanaan utama bantuan inipun merupakan hasil nyata dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebagian besar dana tersebut dihimpun dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau maupun itu kontribusi aktif dari masyarakat umum yang dipercayakan melalui Baznas.

“Tahun ini, kami menargetkan sebanyak 12 ribu siswa SMA/SMK yang akan menerima bantuan seragam gratis dari Baznas Riau. Angka inipun merupakan representasi dari amanah zakat para ASN Pemprov dan juga masyarakat daerah Riau yang ingin melihat generasi muda kita tetap bersekolah tanpa terkendala biaya atribut,” ujar Masriadi.

Terkait mekanisme penyalurannya, ungkap Masriadi, bahwasa bantuan tidak diberikan dalam bentuk barang fisik secara langsung, tapi melainkan melalui transfer ke rekening masing-masing penerima. Keputusan yang diambil untuk menjaga transparansi, serta memberi fleksibilitas bagi para siswa. Tiap siswa yang terdaftar akan menerima dana tunai sebesar Rp400 ribu.

Menurutnya, nominal sengaja disesuaikan melebihi harga rata-rata daripada satu stel seragam sekolah. BAZNas Riau menyadari bahwasa kebutuhan penunjang pendidikan bagi siswa fakir dan miskin tentu ini sangat beragam. Maka dengan dana tersebut, ujar dia, siswa diharapkan tidak hanya mampu membeli seragam, tapi juga perlengkapan lainnya yang mendukung proses belajar.

Kesempatan itu Masriadi mengatakan, jika dilihat dari sisi sosial-ekonomi, penyaluran bantuan ini berpedoman pada asnaf zakat, khususnya bagi golongan fakir dan miskin. Masriadi menegaskan bahwa intervensi di sektor pendidikan adalah kunci didalam hal memutus rantai kemiskinan struktural. Jika anak-anak dari keluarga ak mampu memilik fasilitas sekolah yang layak, maka motivasi mereka berprestasi akan meningkat.  (Dairul)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.