Anggota DPRD Riau Edi Basri Sorot RPJMD Pemprov Ini Lemahnya Leadership di Masing-masing OPD

0 19

DERAKPOST.COM – Baru-baru ini, Pemprov Riau menggelar agenda RPJMD, namun hal itu menjadi sorotannya Anggota DPRD Riau Edi Basri dengan menyebut lemahnya pada
leadership di masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menggerakkan kinerja tersebut.

“Disini saya menyoroti ketidakmampuanya leadership di masing OPD, didalam halnya menggerakkan kinerja Pemprov Riau. Yang sekarang ini pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Riau masih sangat kecil. Harusnya itu yang menjadi fokus Pemprov Riau pada untuk meningkatkan PAD,” sebut Edi Basri kepada wartawan.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ketua Komisi III DPRD Riau ini, bahwasanya kelemahan ada ketidakmampuan leadership dari tiap OPD dalam menggerakkan kinerja. Edi Basri pun
mengatakan bahwa kelemahanya tersebut ada dibiokrasi publik yang masih lemah hal dari aspek mesin pemerintahan selama ini di masing OPD.

“Jadi biokrasi publik itukan mesin didalam rangka menggerakkan kinerja pemerintah kita,” ujar Edi, Jumat (20/2/2026). Disebut dia,, jika dari aspek biokrasi publik itu salah satu unsurnya adalah leadership tidak kuat, maka yang dipasti dibawahnya tidak akan berkesinambungan kerja secara baik. Maka leadership tersebut harus menginspirasi, menggerakkan, memotori kinerjanya

Politisi Gerindra dari Dapil Kampar inipun, mengatakan, disoroti kemarin RPJMD hal apapun yang direncanakan dalam bentuk manajemen, yaitu kalau tak ada kekuatan kapasitas di segi leadership yang disebut dengan biokrasi publik, maka perencanaan aka. selalu tidak tepat, serta tidak berhasil secara maksimal.

Seperti contoh katanya, diakibat lemahnya biokrasi tersebut, maka hal sehingga Riau pernah terjadi defisit Rp2,2 triliun. Karena, penertibanya kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Pihaknya dari DPRD ini sudah memanggil dinas terkait itu beserta Dirlantas, akan tetapi tidak bertanggung jawab terhadap kendaraan ODOL itu.

“Kan sudah kita panggil itu Dishub,, PUPR, dan Dirlantas. Kita minta siapa yang harus tanggung jawab ini? Tetapi tidak ada yang mau bertanggung jawab. Semuanya itupun memegang ego masing-masing,” sebutnya. Sehingga lanjut Edi Basri kebocoran negara yang hampir ratusan miliar rupiah tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan. (Dairul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.