Usai 707 Orang Diduga Keracunan MBG, Kini BGN Suspend SPPG Karangturi

DERAKPOST.COM – Aktifitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah diberhentikan sementara (suspend), yang disebab adanya kasus dugaan keracunan itu menimpa 707 orang siswa dan guru di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. Dikenai suspend itu SPPG Karangturi

Hal itu disampaikanya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, didalam akun TikTok pribadinya yang diketahui beredar luas dipublik. Pemberhentian sementara dilakukan hingga hasil investigasi selesai, dan pihaknya inj telah melayangkan surat peringatan imbas kasus tersebut.

“Pemberhentian sementara itu, dilakukan hingga hasil dari investigasi selesai. Jadi, dapurnya di-suspend (sambil) menunggu (hasil) investigasi. Jadi, kemudian dilanjut SPPG-nya juga kita beri surat peringatan. Jadi di-suspend ini kan ada mitra, yayasan, SPPG. Disitu kita berikan sanksi termasuk Korcam,” ujar Sudaryono, di akun TikTok.

Sudaryono inipun mengungkapkan, hasil investigasi kasus dugaan keracunan, yang kemungkinan baru keluar sekitar 5-7 hari ke depan. Sementara itu, berdasarkan hasil investigasi awal, BGN menduga insiden dipicu oleh beberapa bahan makanan, meliputi daun singkong hingga bumbu rendang; serta waktu memasak yang terlalu dini sebelum makanan didistribusikan.

“Sejauh ini investigasi yang kami terima adalah ada beberapa bahan, ya ada daun singkong, ada bumbu rendang dan lain-lain, kita lagi cek minta dari Dinas Kesehatan untuk dicek lab-nya. Kita butuh waktu paling tidak ya 7 hari, 5 hari kerja,” ucap dia menjelaskan. Kesimpulan itu didapat ketika sejumlah sekolah lain yang mendapat menu dari SPPG yang sama, tidak mengalami dugaan keracunan.

Bedanya, menu untuk sekolah lain didistribusikan lebih pagi. “Jadi, dari mulai jam 9 (malam) sudah mulai masak. Itu kemudian diberikan sekitar jam 9 atau jam 10 (pagi). Jadi ini cukup lama, karena yang dikasih makan bukan hanya SMK Negeri 6 tapi juga beberapa sekolah yang lain. Nah, sekolah yang lain itu dikasikannya lebih pagi. Jadi, kondisi makanannya masih fresh, masih baik,” beber dia.

Ia telah menyambangi langsung para korban di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, yakni di RS Permata Medika, RS Bhakti Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum, pada Sabtu (1/8/2027) kemarin. Sejauh ini, kondisi 13 orang yang dilarikan ke rumah sakit dari 707 korban sudah membaik. “Ada sekitar 700-an sekian, kemudian sebagian itu kemudian ada yang mual, ada yang buang air dan seterusnya. Dari sekitar 700-an itu yang dirawat, yang dirawat 13. Ada yang di rumah sakit, ada yang di puskesmas. Alhamdulillah tadi sudah kita tengok kondisinya sudah baik,” ujar Sudaryono.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru diduga keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Negeri 6 Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (31/7/2026). Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, bahan baku untuk menu MBG diterima secara bertahap pada Rabu (29/7/2026). Bahan-bahan tersebut terdiri dari bumbu, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran. Pengiriman bahan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB.

Setelah diterima, bahan disimpan di gudang basah dan lemari pembeku. Proses persiapan makanan dimulai pada pukul 18.55 WIB, meliputi pencucian bahan, pengukusan tahu, serta marinasi ayam selama satu jam. Ayam kemudian digoreng hingga prosesnya selesai sekitar pukul 23.50 WIB. Baca juga: Enam Dapur MBG di Lampung Dihentikan Operasinya, Ini Daftar dan Alasannya Proses memasak dilanjutkan pada Kamis (30/7/2026) mulai pukul 00.30 WIB.

Petugas memasak bumbu rendang, tahu, dan sayuran sebelum seluruh menu menjalani pengujian oleh ahli gizi. Uji organoleptik dan pengukuran gramasi dilakukan sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah dinilai, makanan dikemas dan dikirim menuju sekolah dalam dua tahap. Distribusi pertama dilakukan pada pukul 06.00 WIB, sedangkan tahap kedua berlangsung sekitar pukul 08.10 WIB. (Dairul)

 

bgnkarangturikeracunanSppgsuspend
Comments (0)
Add Comment