Rapat Paripurna Banyak Kursi Kosong, Pimpinan DPRD Minta Bupati Tegur Jajarannya

DERAKPOST.COM – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang Zaenudin memimpin Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Keuangan Perubahan APBD 2026. Namun dia meminta Bupati Semarang Ngesti Nugraha menegur jajarannya.

Hal ini karena banyak pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat yang tidak hadir mengikuti rapat paripurna. “Ini, sudah sering terjadi, banyak kursi kosong di jajaran eksekutif,” kata Zaenudin, Senin (31/8/2026).

Dikutip dari laman Kompas. Menurut Zaenudin, Rapat Paripurna DPRD bukan sekadar formalitas sehingga semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif harus menghormati forum tersebut.

“Kita lihat dalam beberapa rapat paripurna jajaran eksekutif banyak yang tidak datang. Karena itu tadi dikoordinasikan dengan Ketua DPRD Bondan Marutohening untuk memberi teguran,” kata Zaenudin.

Zaenudin berharap minimnya jajaran eksekutif yang tidak hadir dalam rapat paripurna, tidak terulang lagi.

“Karena di rapat paripurna seringkali muncul masukan dari anggota dewan terkait aspirasi yang terjadi di Kabupaten Semarang, sehingga kehadiran OPD sangat penting,” ujarnya.

Menyinggung kehadiran anggota DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin mengungkapkan dari 50 anggota, 10 di antaranya tidak hadir dengan rincian, delapan orang izin dan dua orang sakit.

Menanggapi itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan telah mengumpulkan kepala OPD terkait kehadiran dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang.

“Kalau memang tidak ada itu tugas khusus dari saya, misal penanganan bencana, saya minta tetap hadir di rapat paripurna. Tetapi, rapat paripurna hari ini, semua pimpinan OPD hadir,” ujarnya. (Dairul)

Comments (0)
Add Comment