Nalladia Ayu Rokan Mundur dari Ketua fraksi Golkar DPRD Riau, Ajukan Diganti Imustiar

DERAKPOST.COM – Kursi jabatanya Ketua Fraksi Golkar di DPRD Riau, kini mendadak bergeser. Dengan dalih sedang punya bayi, maka Nalladia Ayu Rokan memilih mundur dari posisi tersebut. Golkar Riau kemudian mengajukan nama Imustiar, uang sebagai pengganti.

Terkait kabar pergantian Kursi Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau, inipun dibenarkan Ketua Harian DPD Golkar Riau. Parisman Ihwan. Ia menyebut keputusan Nalladia berkaitan itu dengan kondisi keluarga. Anak Nalladia masih bayi, yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Selain urusan keluarga, Nalladia memiliki daerah pemilihan Rokan Hilir. Jarak tugas politik membuat pembagian waktu menjadi persoalan tersendiri. Tugas fraksi membutuhkan kehadiran dan konsentrasi yang tidak sedikit.

“Anaknya masih bayi, lalu dapilnya juga Rokan Hilir,” ujar Parisman, Selasa, 1 September 2026. Menurut dia, kondisi tersebut membuat waktu Nalladia semakin terbatas. Karena itu, Nalladia memilih melepas jabatan pimpinan fraksi.

Surat pergantian sudah disampaikan Partai Golkar kepada DPRD Riau. Nama Imustiar tercantum sebagai calon pengganti Nalladia. Proses berikutnya akan mengikuti mekanisme internal lembaga legislatif.

Dikutip dari laman SabangMeraukenews
Namun, halnya cerita pergantian ini justru memiliki tikungan kecil. Imustiar mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari Golkar Riau. Ia juga belum mengetahui waktu pengumuman pergantian tersebut.

“Saya belum tahu kapan diumumkan,” kata Imustiar. Ia menyebut masih perlu mengecek informasi tersebut kepada sekretariat DPRD Riau. Komunikasi dengan DPD Golkar Riau juga akan dilakukan.

Imustiar saat ini menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Riau. Ia juga merupakan anggota Komisi III DPRD Riau. Posisi tersebut membuat perubahan jabatan fraksi berpotensi mengubah pembagian tugas politiknya.

Parisman memastikan posisi Imustiar sebagai Ketua Badan Kehormatan belum berubah. Pergantian pimpinan fraksi tidak otomatis mengubah jabatan tersebut. Perubahan hanya berkaitan dengan struktur Fraksi Golkar DPRD Riau.

Nama Imustiar disebut sebagai calon pengganti setelah Nalladia mengundurkan diri. Namun, kepastian administratif tetap menunggu proses resmi DPRD Riau. Mekanisme tersebut menjadi tahapan penting sebelum perubahan berlaku.

Kabar pergantian ini muncul setelah evaluasi internal Fraksi Golkar Riau mencuat. Evaluasi tersebut berkaitan dengan kinerja anggota fraksi dan kehadiran dalam agenda dewan. Nama Nalladia kemudian ikut masuk dalam pembahasan tersebut.

Sejumlah agenda DPRD sebelumnya disebut tidak selalu dihadiri Nalladia. Kondisi itu menjadi salah satu alasan evaluasi internal partai. Namun, alasan utama pengunduran diri yang disampaikan pimpinan Golkar berkaitan dengan keluarga.

Pergantian ketua fraksi bukan sekadar perpindahan kursi. Ketua fraksi memiliki peran mengatur komunikasi politik antaranggota. Posisi tersebut juga menjadi penghubung antara partai dan aktivitas DPRD.

Bagi Golkar, perubahan itu harus menjaga ritme kerja fraksi. Apalagi DPRD Riau menghadapi agenda legislasi dan pengawasan yang terus berjalan. Fraksi membutuhkan koordinasi agar keputusan politik tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bagi Imustiar, jabatan baru masih menunggu kepastian. Ia memilih menunggu informasi resmi sebelum mengambil langkah lebih jauh. Sikap tersebut membuat proses pergantian masih menyisakan tanda tanya administratif.

“Kalau memang ditugaskan partai, saya siap menjalankan tugas,” ujar Imustiar. Ia tetap menunggu komunikasi resmi dari struktur partai. Setelah itu, mekanisme DPRD menjadi tahapan berikutnya.

Rencana perubahan tersebut diproyeksikan masuk agenda DPRD Riau pada September. Pengumuman akan mengikuti jadwal serta prosedur resmi lembaga. Setelah ditetapkan, Imustiar akan menjalankan tugas sebagai Ketua Fraksi Golkar.

Nalladia sendiri tetap menjadi anggota DPRD Riau. Pengunduran dirinya hanya berkaitan dengan posisi Ketua Fraksi Golkar. Tugas sebagai legislator tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pergantian ini memperlihatkan politik memiliki sisi yang tidak selalu berkutat dengan perebutan kekuasaan. Ada pula urusan keluarga yang memaksa seorang politisi mengatur ulang prioritas. Kursi fraksi akhirnya ikut menyesuaikan keadaan tersebut.

Kini perhatian beralih kepada proses pergantian Imustiar. Golkar Riau sudah mengirimkan surat kepada DPRD Riau. Tinggal menunggu tahapan resmi untuk mengubah susunan kepemimpinan fraksi.

Di tengah dinamika tersebut, kursi Ketua Fraksi Golkar belum sepenuhnya berpindah tangan. Nama pengganti sudah muncul, tetapi proses administratif masih berjalan. Politik Riau pun kembali menunjukkan satu hal sederhana.

Kadang kursi kekuasaan bergeser bukan saja karena pertarungan besar. Terkadang, seorang anggota keluarga membutuhkan lebih banyak waktu. Kali ini, kursi Ketua Fraksi Golkar Riau ikut terkena dampak.  (Redaksi)

 

 

 

DPRDfraksiGolkarImustiarRiau
Comments (0)
Add Comment