50 Satpol PP Riau Akhirnya Kembali Setelah Sepekan Bertarung Lawan Karhutla di Kabupaten Pelalawan

DERAKPOST.COM – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan. Yakni di Kerumutan, Ukui, Rantau Baru dan hingga Pangkalan Kerinci. Disaat ini, sudah mulai teratasi. Akhirnya sebanyak 50 orang personel Satpol PP) Provinsi Riau, kembali markas di Pekanbaru.

Diketahui, sebanyak 50 orang personel itu selama rujuh hari berjibaku di tengah area atau ancaman Karhutla. “Ini sudah kembali Minggu malam. Jadi 7 hari anggota Satpol PP Provinsi di Kabupaten Pelalawan. 5 hari di Kerumutan, kemudian untuk Ukui. 2 hari di Rantau Baru, Pangkalan Kerinci,” kata Sri Sadono, Selasa (1/9/2026).

Katanya, personel itu ditarik pulang setelah menyelesaikan tugas penanganan Karhutla di sejumlah wilayah rawan tersebut. Terang dia, selama berada di lapangan itu, puluhan personel tersebut tidak hanya ditempatkan di satu titik. Tim dibagi ke sejumlah lokasi yang dinilai rawan Karhutla. Namun semua teratasi dengan kelompokan.

“Tim diturunkan, untuk membantu proses penanganan pemadaman. Di balik operasi tersebut, kondisi medan itu menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas, yakni  khususnya di wilayah Kerumutan. Disebab akses menuju titik kebakaran, tidak semua ditembus kendaraan roda empat. Terpaksa dengan cara manual,” ujarnya.

Sri Sadono akrab disapa Ibeng, menyebut, namun kondisi itu tidak membuat petugas Satpol PP berhenti. Mobilisasi peralatanya akhirnya terbantu dengan kendaraan motor trail yang dibawa tim. Artinya di Kerumutan merupakan daerah untuk akses yang dinilai sulit pemadaman, yang ditambah kesulitan dari ketersedianya air dilokasi.

Ibeng juga mengatakan, karena itu strategi penanganan Karhutla, yang juga diperkuat dengan dukungan alat berat dari pihak tim gabungan. Alat berat dikerahkan membuat embung dan kanal di sekitar wilayah. Yakni langkah itu, dilakukan untuk mendekatkan sumber air sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif.

“Alat berat yang ada dari tim gabungan itu,  membantu pembuatanya embung air dan kanal, sehingga sumber air dapat diperoleh untuk pemadaman,” ujar Sri Sadono. Sebut dia, bahwa langkah tersebut yang menjadi penting di tengah kondisi area medan dan akses menuju lokasi kebakaran yang tidak selalu juga mudah dijangkau.

Kesempatan itu, Ibeng mengatakan, bahwa operasi penanganan Karhutla di Pelalawan berjalan tanpa kendala berarti. Menurutnya bahwasa, keberhasilan pelaksanaan tugas tidak lepas dari kekompakan seluruh unsur yang berada di lapangan. Mulai itu dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Basarnas. Itu saling bahu membahu menanganinya

“Seluruh unsur bergerak bersama didalam hal menghadapi ancaman Karhutla. Semua tim saling bahu membahu, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan bahkan Basarnas. Alhamdulillah itu sampai selesai tidak ada kendala yang berarti,” ujarnya. Dia mengatakan, penangananya Karhutla tidak pekerjaan pada satu institusi.  (Dairul)

KarhutlalawanPelalawanRiauSatpol
Comments (0)
Add Comment