Muncul Oknum Ngaku-ngaku Wartawan, Raja Isyam: Jadi Tantangan Insan Pers yang Profesional

DERAKPOST.COM – Saat ini, pertumbuhan pers atau dunia kewartawanan menjamur di tanah air, tak terkecuali di Provinsi Riau. Bahkan, ada oknum itu yang ngaku-ngaku wartawan, tetapi tidak ada berkarya dalam penulisan secara profesional.

Demikian disampaikanya Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau Raja Isyam dalam paparan kata sambutan, pada acara diskusi dengan tema Tantangan dan Masa Depan Pers Riau, dihari Selasa (15/9/2026) pagi, bertempat Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Achmad, Kota Pekanbaru.

Kesempatan itu, Raja Isyam mengucapkan, terima kasih atas kehadiran kepada sekitar 50 orang yang menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred), dalam rangka pengumuman Ali Kelana dan agenda diskusi. Pemred yang hadir, terangnya, bukan hanya berasal dari PWI, tapi juga organisasi lainya.

Dikatakan dia, kondisi demikian ini menjadi tantangan munculnya oknum ngaku-ngaku wartawan, namun tak menjalankan praktik jurnalistik secara profesional. Sekarang ini merupakan tantangan nyata, marak terjadi di Riau. Ini menjadi tantangan profesional, di samping disrupsi tekhnologi.

“Pesatnya pertumbuhan pers Provinsi Riau ini disebut-sebut tertinggi di Indonesia. Hal tak dipungkiri, membawa perubahan besar pada insan pers. Sebab munculnya oknum ngaku-ngaku wartawan. Namun di sisi lain juga menjadi tantanganya serius bagi pers,  di samping tekhnologi,” ujarnya.

Kesempatan itu, Raja Isyam mengatakan, bahwa saat ini industri media tidak hanya dihadapkan akan halnya tekanan ekonomi perusahaan, tetapi juga problem etika dan profesionalisme yang sangat berat terjadi  lapangan. Sebab masih ditemukan oknum ngaku-ngaku sebagai wartawan.

Berdasar informasi yang diterima, oknum itu diduga memeras, menggertak, bahkan melakukan tindakan intimidatif. Ini menjadi tantangan kita hari ini. Oknum demikian itu melakukan tindakan bertentangan dengan kode etik jurnalistik. Tetapi, banyak pejabat menghargai oknum itu,” ujarnya.

Raja Isyam mengatakan, hal tersebut yang memang menjadi keluhan masyarakat dari aksi atau praktik premanisme. Diterangkan dia, karena lapangan saat ini dipenuhi oleh oknum tidak melakukan hal kerja jurnalistik secara benar. Oknum yang alih-alih datang meliput, tapi malah premanisme.

“Alih-alih datang itu meliput atau menggali informasi bermanfaat bagi publik. Tapi ada halnya segelintir orang yang ngaku-ngaku wartawan itu, datangi ke berbagai instansi pemerintahan, sekolah, dan hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Itu  menakuti meminta uang,” ujarnya.

Tindakan oknum yang dulunya juga kerap disapa wartawan bodrek, inilah membuat profesi jurnalis diidentikkan dengan sikap premanisme. Maka sebutnya, masyarakat mulai memandang sebelah mata terhadap kehadiran jurnalis, karena trauma dengan praktiknya oknum seperti demikian.

Raja Isyam mengatakan, bahwa kondisi ini semakin diperparah dengan hal banyaknya oknum yang sama sekali tidak bernaung di bawah organisasi kewartawanan dan tidak memiliki kualifikasi yang jelas. Sehingga ini jadi tantangan wartawan profesional yang berusaha menjaga integritasnya.  (Dairul)

isyamMunculngakuOknumwartawan
Comments (0)
Add Comment