DERAKPOST.COM – Hingga penghujung di bulan Juli 2026, pencairan dana kerjasama media di DPRD Riau, yang dinantikan sejak awal tahun. Tidak menunjukkan kepastian. Kondisi ini, memicu keresahan di kalangan wartawan setiap hari melaksanakan tugas peliputan di instansi tersebut maupun juga yang telah mendapat order kerjasama.
Kinerja Bagian Humas di Sekretariat DPRD (Setwan) Riau ini kembali menjadi sorotan tajam. Yang dikarenakan tidak biasanya itu kejadian mandek atau tidak jelasnya dalam proses pencairanya dana untuk kerjasama media ini. Artinya, kejadian ini dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga mencerminkan lemahnya komunikasi serta pelayanan informasi kepada insan pers.
Merasa tidak juga memperoleh kepastian, maka sejumlah wartawan yang tergabung Forum Bersama (Forbes) DPRD Riau, telah pernah juga mendatangi Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, yakni untuk menyampaikan langsung keluhan mereka. Disaat itu, Ketua Kaderismanto inipun langsung memanggil Sekwan Renaldi ini bersama Kepala Bagian Umum, Zulkarnain, guna minta penjelasan t keterlambatan pencairan untuk media.
Dikesempatan itu, di hadapan Ketua DPRD, Renaldi menjelaskan bahwasa lambatnya proses disebabkan persoalan administrasi. Menurutnya, mutasi besar-besaran ini yang terjadi di lingkungan Setwan pada Juni lalu membuat sebagianya besar pegawai yang menangani administrasi merupa personel baru, tentu membutuh waktu penyesuaian untuk menyesuaikan diri dalam tugas.
Mendengar akan hal penjelasan tersebut, Kaderismanto meminta seluruh persoalan administrasi tersebut segera dituntaskan. Ia pun mengingatkan, bahwa sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam agenda coffee morning ada memberikan tenggat waktu maksimal dua pekan kepada Setwan DPRD Riau. Hal untuk menyelesaikan berbagai persoalan administrasi tengah menjadi sorotan.
Namun, yang hingga batas waktu tersebut berlalu, kepastianya untuk pencairan dana kerjasama media belum terealisasi. Ketika itu dikonfirmasikan kepada Kepala Bagian Umum Setwan DPRD Riau, Zulkarnain, hari Senin (20/7/2026), hanya menyampaikan bahwasa bproses itu masih berada pada tahap verifikasi. “Iyah pak, izin sampaikan bahwasa masih proses verifikasi. Mohon, minta waktunya hal itu pak,” ujarnya.
Sayangnya, terkait ketika kembali dimintai konfirmasi, Senin (27/7/2026), mengenai perkembangan hasil verifikasi maupun hal rencana penandatanganan ulang kuitansi, Zulkarnain tidak lagi memberikan respons. Sikap serupa juga ditunjukkan Koordinator Tim Humas DPRD Riau, Fadil, saat diminta tanggapannya perkembangan pencairanya angggaran kerjasama pada media, saat ini yang hingga kini belum ada kejelasan.
Ketua Wartawan Parlemen Riau (WPR), Edi Gustien mengaku telah menghubungi yang bersangkutan itu, melalui telepon maupun pesan singkat untuk bisa minta penjelasan terkait keresahan para wartawan. Namun hingga berita ini yang diterbitkan, tidak ada tanggapan. “Waduh. Tidak ada respons dari Koordinator Tim Humas. Saya juga sangat kecewa. Seharusnya dia memahami tugas dan fungsi sebagai humas,” sebutnya.
Menurut Edi, yang sudah meliput aktivitas DPRD Riau dari sejak 2005, keterlambatan pencairan kerja sama media sejak Januari 2026 telah memberikan dampak ekonomi bagi wartawan ini setiap hari menjalankan tugas jurnalistik di parlemen. Ia menyebut, bahwasa persoalan ini tidak boleh berlarut seperti sekarang. Meminta pimpinan DPRD Riau bersama Sekwan segera melakukan hal evaluasi terhadap kinerja Humas. (Redaksi)