DERAKPOST.COM – Pasca kejadian yang terjadi di kawasanya Batu Gando, Nagari Muaro, di Kabupaten Sijunjung. Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi turun langsung menemui masyarakat dan juga meninjau aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan itu.
Ini, dilakukan Mahyeldi menyusul rentetan kecelakaan terjadi di area tambang ilegal di kawasan tersebut, yang kembali memakan korban. Kehadiran itupun didampingi Wakil Bupati Sijunjung dengan serta jajaran OPD Pemprov Sumbar, Mahyeldi menyaksikan langsung aktivitas tambang emas yang beroperasi menggunakan ratusan box talang di atas ponton di sepanjang aliran sungai.
Di lokasi itu, gubernur berdialog dengan para penambang dan serta menanyakan legalitas aktivitas tambang yang dilakukan.
“Kalau belum punya izin, agar segera urus izinnya. Pemerintah sudah menyiapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Kita dorong penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) supaya aktivitas masyarakat bisa bekerja sesuai aturan,” tegas Mahyeldi di hadapan para penambang.
Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang justru membahayakan keselamatan diri sendiri dan merusak lingkungan sekitar.
“Kita tidak ingin masyarakat mencari nafkah dengan cara yang membahayakan diri sendiri dan merusak lingkungan,” ujar Mahyeldi dikutip dari laman Padangkita.
Dalam peninjauan itu, gubernur juga mendapati masih banyak aktivitas tambang serupa yang beroperasi di sejumlah titik lain tidak jauh dari kawasan sungai. Kondisi tersebut memperlihatkan praktik tambang ilegal masih berlangsung masif di wilayah Sijunjung.
Usai meninjau lokasi tambang aktif, Mahyeldi bergerak menuju lokasi longsor tambang ilegal di Sintuk, Jorong Koto Guguk, Nagari Guguk, Kecamatan Koto VII, yang pada Rabu (13/5/2026) lalu merenggut nyawa sembilan penambang emas.
Peristiwa maut itu terjadi saat para pekerja sedang melakukan aktivitas penambangan di kawasan tanpa izin. Longsor tiba-tiba menimbun para pekerja di lokasi tambang. Pada saat bersamaan, banjir di aliran sungai sekitar lokasi juga menghanyutkan puluhan ponton peralatan tambang milik warga.
Mahyeldi kemudian melayat ke rumah duka salah seorang korban, Madi (24 tahun), warga Jorong Koto, Nagari Padang Laweh. Di hadapan keluarga korban, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang kembali terjadi akibat aktivitas tambang ilegal.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Pemerintah ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi harus dengan cara yang legal dan aman,” katanya. (Dairul)